30 December 2017

Blogtour The Heartbroken Heartbreaker



BLURB

"Kenapa kau bersama Seth Everett?" tanya Cedric. "Kau tahu cowok macam apa dia."
"Oh, jangan khawatir." aku menghardik mantan pacarku itu. "Kau sudah membantunya menghancurkan hatiku lebih dulu."

Kemarin malam, Seth tiba-tiba menawarkan bantuan kepada Kyla untuk membalas dendam kepada Cedric. Cedric memang tidak menyukai Seth. Mungkin itu ada hubungannya dengan reputasi Seth yang suka gonta-ganti pacar.

Kyla juga tidak menyukai Seth. Namun tawaran itu terus menerus ada di kepala Kyla. Jika ia bisa membalas Cedric yang memutuskannya demi sahabatnya... mungkin rasa sesak di dadanya bisa berkurang.


***



Jika membaca judul buku The Heartbroken Heartbreaker karya Sam Madison ini, kesan pertama yang muncul adalah tentang patah hati -- lebih tepatnya, penghancur hati yang hatinya patah. Benar saja, baru membuka halaman-halaman pertama, kita sudah disuguhkan dengan prolog dari Kyla; mempertanyakan makna 'jatuh cinta'. Prolog ini menyisakan jejak kepedihan yang dialami oleh Kyla, dan jika kita kembali kepada blurb, maka kita akan mudah membayangkan seorang Kyla yang baru saja diputuskan oleh pacarnya dan masih berada pada fase berusaha untuk mengevaluasi konsep dari "cinta' dan 'jatuh cinta' itu sendiri.
Aku bertanya-tanya mengapa hal itu disebut 'jatuh cinta' jika jatuh menyiratkan keruntuhan; jika jatuh menyiratkan kehancuran.
Seolah mengatakan bahwa seseorang harus jatuh terlebih dahulu sebelum mereka bisa merasakan cinta -- atau dengan kata lain, 'cinta' tidak akan terjadi tanpa mengalami jatuh terlebih dahulu. Menambahkan kata 'jatuh' pada frasa 'jatuh cinta' melemahkan kata 'cinta'.
Namun, 'jatuh cinta' mungkin adalah hal yang baik. Jika ada satu hal yang kuyakini tentang sebuah konsep yang megah seperti cinta, adalah bahwa cinta membuat orang lemah, dan di sanalah ironinya terjadi. 
(p. 5) 

Kyla merasakan dirinya menjadi lemah setelah putus dari Cedric. Bahkan, ia membutuhkan waktu selama dua minggu untuk akhirnya memutuskan bahwa dirinya sudah cukup menangis dan sudah saatnya berubah, Kyla menyingkirkan sisi dirinya yang berupa "gadis bodoh yang naif". Perubahan yang dilakukan oleh Kyla cukup drastis, terutama dalam hal mengubah penampilan. 

Pada awalnya, Kyla mengaku enggan melakukan perubahan. Namun, yang terjadi kemudian adalah Kyla telah menyingkirkan kemeja-kemeja usang dan membiarkan ini teronggok di bagian bawah lemari, kakinya sudah terbiasa dengan sepatu hak tinggi, dan mengganti kacamata dengan lensa kontak. 
Perubahan itu membuatku merasa bisa mengendalikan diriku lagi. Aku ingin menjadi seseorang yang benar-benar berbeda -- seseorang yang tidak memerlukan Cedric, seseorang yang punya keberanian untuk melakukan hal-hal yang tidak akan pernah dilakukan sebelumnya. (p. 10)

Kyla bahkan memaksa Hail pergi ke pesta, meskipun Kyla sangat menyadari bahwa dia sebenarnya tidak suka pergi ke pesta. Kyla pun tidak menyalahkan Hail jika tidak ingin pergi ke pestauntuk menemaninya. Kyla yakin Hail pasti merasakan keputusasaan yang terlihat jelas pada dirinya karena Hail akhirnya setuju untuk menemani Kyla.
Bagiku, pergi ke pesta adalah sesuatu yang perlu kulakukan agar 'perubahan'-ku menjadi sempurna. Kalau aku tidak melakukannya sejauh itu, lebih baik kubuang saja semua upayaku untuk memperbaiki diri. (p. 11)

Semua berlangsung dalam waktu dua bulan.

Kyla bahkan seperti takjub dirinya dapat berubah. Jika sebelumnya ia akan tergagap-gagap ketika menjawab pertanyaan dari cowok lain, apalagi jika cowok itu terlihat jelas sedang flirting dengan sangat percaya diri ya, maka kali ini Kyla dapat memberikan tanggapan bahkan dengan kata-kata yang terdengar begitu angkuh. Walaupun cowok itu adalah Seth Everett -- orang yang tidak disukai oleh Kyla, dan juga Cedric. Kyla juga sekarang mampu membuat seorang cowok, Sethspeechless menghadapinya.
Aku baru saja menjauh tiga langkah ketika dia menyindir, "Kau benar-benar penghancur hati cowok, ya?".
Aku menoleh dari balik bahuku untuk melihatnya. "Kau baru tahu itu, Sayang?"
Aku melihat bibirnya bergerak membentuk setengah-senyuman miring.
"Begitulah," jawabnya.
(p. 14-15)

***




The Heartbroken Heartbreaker merupakan Phil-Fict ke-sekian yang saya baca, dari sekian jumlah Phil-Fict yang diterbitkan oleh Penerbit Haru dan merupakan buku yang diangkat dari WattpadPardon me, saya sempat lama mengalami reading slump yang membuat saya lama juga tidak update Phil-Fict apa saja dan sudah ada berapa jumlah Phil-Fict yang diterbitkan oleh Penerbit HaruHehehe. Kalian yang mengikuti akun social media maupun blog saya saya mungkin aware kalau sebelumnya saya berkenalan dengan Phil-Fict pertama kali melalui karya Forgotten Glimmer yang berjudul Secretly Married. Keduanya sama-sama karya yang diangkat dari Wattpad. Jika Secretly Married mengangkat tema pernikahan rahasia yang dilakukan oleh remaja SMA, dengan segala keriuhannya -- apalagi karena juga melibatkan pernikahan rahasia yang dilakukan oleh artis remaja yang sudang menjadi the current it boy, maka The Heartbroken Heartbreaker mengangkat kisah revenge atas nama patah hati dalam upaya memberikan balasan kepada mantan yang dianggap telah sangat menyakiti hati -- dengan tokoh utama yang sama-sama masih duduk di bangku SMA seperti tokoh di Secretly Married.

Saat membaca Secretly Married, saya merasa bahwa beban hidup tokoh utama di buku ini cukup rumit. Belum lagi skandal-skandal di dunia keartisan yang sudah harus dihadapi juga oleh mereka.  Mengingat mereka bukan Holden Caulfield, tokoh utama di buku The Catcher in the Rye karya J. D. Salinger, saya ingin Kent dan Phoebe dapat menjalani hidup dengan lebih selow selayaknya remaja. Begitu membaca The Heartbroken Heartbreaker, saya jadi melihat kehidupan Kent dan Phoebe sepertinya lebih selow karena apa yang menjadi kisah hidup CedricKyla, dan Seth terlihat lebih complicated. Tetapi saya mudah relate, terutama terhadap Seth dan Kyla, karena saya memiliki beberapa teman dengan latar belakang serupa dengan mereka berdua, yang juga menjalani masa remaja seperti mereka. Dengan latar belakang Kyla, terlihat semakin wajar jika ketiadaan Cedric di dalam kehidupan dia setelah mereka putus benar-benar berdampak secara psikologis.
... dia selalu berusaha menemaniku atau menelepon saat kami berdua saling tidak bisa berkunjung ke rumah yang lain.
Jika Cedric sedang sibuk, Hail akan meneleponku untuk acara menginap di rumah atau maratin film.
Cedric dan Hail selalu siap mengisi kesepianku. Tidak adanya mereka di dekatku sekarang semakin memperbesar kekosongan di dalam rumahku, yang tak mau melepaskan bayangan semua orang yang sudah meninggalkanku.
(p. 21) 

Jujur, saya sempat merasa khawatir jika The Heartbroken Heartbreaker hanya akan membahas kisah romance dan draggy dalam mengemas kisah cinta menye-menye terlalu penuh deramah. Untung saja kekhawatiran saya tidak sepenuhnya beralasan karena The Heartbroken Heartbreaker memberikan lebih banyak warna dalam membahas konsep 'cinta'. Entah kenapa, saya juga jadi teringat dengan cerita di buku Summer Breeze karya Orizuka yang dulu pernah saya baca. Mungkin karena menurut saya ada beberapa isu serupa yang dibahas di Summer Breeze dan itu juga terlihat di The Heartbroken Heartbreaker.

Personally, saya tidak begitu setuju dengan cara Kyla memutuskan untuk revenge dengan memanfaatkan Seth demi membalas Cedric. Terlihat childish, walau di satu sisi saya bisa memaklumi jika Kyla merasakan kesulitan untuk menerima kenyataan karena ia diputuskan oleh Cedric secara tiba-tiba. Wajar jika di periode awal pasca putus, Kyla masih merasa kaget. Fairly speaking, saya memaklumi jika pengambilan keputusan yang dilakukan oleh Kyla belum matang mengingat usia Kyla yang masih remaja SMA.

Ketika dia mencoba untuk move on, di saat itu juga momennya pas dengan Seth yang mulai sering menyapa Kyla dan mengajak Kyla mengobrol. Kyla tidak menyukai Sethwell... belum, tetapi Kyla melihat adanya peluang untuk dia memanfaatkan kedekatan yang mulai tercipta antara dirinya dan Seth sebagai sarana untuk memberikan pembalasan kepada Cedric. Ditambah Kyla sangat menyadari ketidaksukaan antara Cedric dan Seth terhadap satu sama lain. Belakangan, barulah Kyla menyadari siapa dan bagaimana diri Seth yang sebenarnya, serta apa alasan Cedric memutuskan dirinya secara tiba-tiba.
Setiap momen dalam hidup kita memiliki potensi untuk mengubah hidup. Beberapa memiliki potensi yang lebih besar dibandingkan lainnya. Dan kita semua terus bertumbuh saat melewati momen-momen tersebut. Bahkan momen buruk sekalipun perlu terjadi supaya momen yang menyenangkan bisa terjadi. (p. 345)

***


Menurut saya, highlight yang menonjol dan menjadi kekuatan utama buku The Heartbroken Heartbreaker adalah gambaran hubungan antara Seth dan Kyla. Hubungan mereka berdua dimulai dengan segala rencana revenge yang mungkin terkesan apa banget itu. Tetapi, semakin mereka berinteraksi, semakin terbentuk juga mutual understanding di antara mereka. Urusan mutual understanding ini mengingatkan saya pada kisah Lily and her anonymous pen pal di buku P. S. I Like You karya Kasie West. Lily dan si 'pen pal' memiliki basic trust yang cukup kuat, yang membuat mereka dapat saling menguatkan, saling mendukung, saling mengisi kelebihan dan kekurangan masing-masing -- yang pada akhirnya membantu mereka berdua untuk dapat upgrade diri ke arah positif. Nah, kurang lebih begitu juga hubungan yang terjalin di antara Seth dan Kyla.

Bagian favorit saya mengenai hubungan Seth dan Kyla adalah ketika mereka mulai mencoba saling mengenal lebih jauh. Saat itu hubungan mereka masih sangat awkward; sebatas partner in crime. Supaya dapat lebih tahu tentang satu sama lain, akhirnya Seth mengajak Kyla bermain sepuluh pertanyaan. Ini sweet sekali dan jika dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti membuat siapapun yang melakukan permainan ini kemungkinan besar akan lebih bisa menghargai hubungan antar mereka.

Ssttt... Di momen ini terlihat sekali kalau Seth memiliki kemampuan persuasif yang bagus. Hihihi.
"Ayo kita bermain. Kita masing-masing punya kesempatan mengajukan sepuluh pertanyaan."
"Ini konyol," sergahku, cepat-cepat mengalihkan pandanganku sebelum mata birunya yang tajam memengaruhi kemampuanku berpikir jernih.
"Sepuluh pertanyaan," Seth bersikeras. "Bertanya dan menjawab."
(p. 58) 

"Sepuluh pertanyaan." Akhirnya aku menyetujui, mengatakannya lebih kepada diriku sendiri daripada kepadanya.
Seth mengangguk.
"Bagaimana kalau aku tidak ingin menjawab pertanyaannya?"
 "Kalau begitu, kau bisa melewatinya. Untuk setiap pertanyaan yang kita lewati, pihak yang lain boleh mengganti dengan pertanyaan yang berbeda."
(p. 59) 

Apa kalian mau mencoba melakukan permainan ini juga? Hihihi.

Seth dan Kyla malah seperti ketagihan melakukan permainan sepuluh pertanyaan. Hahaha. Yang jelas... Berkat permainan ini, Seth dan Kyla dapat menyadari bahwa mereka memiliki kemiripan dan ini juga menjadi turning point mulai terbentuknya mutual understanding di antara mereka berdua. Saya jadi ingin sekali memeluk mereka berdua dan mengatakan kepada mereka, "all is well... dan terima kasih karena sudah berhasil bertahan...". Selain itu, melalui permainan ini juga akhirnya terbongkar alasan di balik sikap saling tidak menyukai yang muncul di antara Seth dan Cedric.

Gambaran persahabatan antara Kyla dan Hail juga menarik. Selayaknya sahabat, ada masa-masa jatuh bangun; kadang kompak, kadang ada salah paham. Kadang dekat, kadang kita bingung kenapa hubungan dengan sahabat bisa menjadi renggang. Meskipun demikian, kita biasanya akan selalu menemukan momen merindukan sahabat, terutama saat ada salah paham yang membuat hubungan menjadi menjauh. Begitu juga yang dialami oleh Kyla dan Hail. Ada pernyataan Kyla yang saya suka terkait momen ini.
Aku memeluk Hail dan menyadari bahwa aku merindukannya. Aku merindukan Hail yang suka dipeluk, sikapnya yang lembut, dan sampo aroma stroberinya. Aku merindukan semua itu.
... Kusadari bahwa aku juga merindukan tawanya. Akan sangat mudah bagi kami  untuk kembali seperti ini, kembali menjadi sahabat.
(p. 200)  

Lalu, bagaimana perkembangan hubungan Kyla dan Cedric? Apakah revenge yang dijalani oleh Kyla berhasil? Kemudian, bagaimana kelanjutan hubungan antara Kyla dan Seth? Saya sempat menyinggung juga tentang isu di dalam hubungan keluarga. Bagaimana isu ini memainkan peran di dalam kehidupan Kyla, Cedric, dan juga Seth, serta keluarga masing-masing?

The Heartbroken Heartbreaker tidak hanya terfokus pada kisah romance yang melibatkan CedricKyla, dan Seth. Semakin kita membaca isi buku, semakin kita akan dibawa menelusuri hal-hal lain yang membuka banyak hal mengenai sisi lain masing-masing tokoh sentral, beserta kisah pendamping lain yang meliputi banyak hal; proses upgrade diri setiap karakter, proses menerima masa lalu, berani menghadapi hal menyakitkan dan tidak menyenangkan yang terjadi di dalam hidup kita, mencoba menjadi lebih matang dan dewasa, serta isu-isu di dalam kehidupan keluarga. Semuanya saling terkait, dan semuanya pun saling mengikat kisah CedricKyla, dan Seth.
Kita tidak bisa mengambil jalan pintas dalam hidup. Kita harus melewati momen-momen seburuk apapun, karena semua jalan itu seringkali mengarah ke jalan lain yang lebih baik. Tidak hanya langit yang memiliki bintang terang. Akan selalu ada bintang redup di sana sini, tersebar di antara bintang-bintang yang terang. Dan karena itulah, langit menjadi lebih menakjubkan. (p. 345)

***

Kalian mau memiliki The Heartbroken Heartbreaker karya Sam Madison juga? Tenang saja, Penerbit Haru sudah menyiapkan buku ini untuk kalian yang beruntung. Syaratnya mudah sekali. Disimak ya...

Optional
  1. Follow blog ini melalui email
  2. Follow akun twitter @niafajriyani dan instagram @niafajriyani
  3. Like Fan Page @niafajriyani

Syarat WAJIB
  1. Follow akun twitter @penerbitharu dan instagram @penerbitharu
  2. Like Fan Page Penerbit Haru
  3. Siapkan jawaban untuk pertanyaan berikut: Apa yang menurut Kyla harus dia lakukan supaya 'perubahan' di diri dia semakin sempurna setelah putus dari Cedric?
  4. Ikuti rules yang dimuat di Fan Page Penerbit Haru saat final nanti


Mudah, kan, pertanyaan dari saya? Hihihi. Kalian gampang sekali menemukan jawaban di dalam review saya di atas tadi.

JANGAN LUPA untuk mengikuti rangkaian Blogtour The Heartbroken Heartbreaker di blog-blog lain. Kamu juga bisa mengikuti rangkaian Blogtour Komik Imitation Vol. 1. Kumpulkan semua jawaban dari setiap pertanyaan yang diajukan di masing-masing blog yang tercantum dan ikuti setiap rules yang akan dimuat di Fan Page Penerbit Haru saat final.


***


Details
Identitas Buku
Judul: The Heartbroken Heartbreaker
Penulis: Sam Madison
ISBN: 978-602-6383-31-0
Halaman: 421+
Terbit: November 2017 (Cetakan pertama)
Penerbit: Haru (Katalog)
Harga: Rp 72.250

Alternatif Lokasi Pembelian Buku
Penerbit HaruOwl Book Store



Cheers!
Have a blessed-day!