24 December 2016

EnSexclopedia: Tanya Jawab Masalah Pubertas dan Seksualitas Remaja by Elly Risman, Hilman Al Madani, Yuhyina Maisura


Judul: EnSexclopedia - Tanya Jawab Masalah Pubertas dan Seksualitas
Pengarang: Elly Risman, Hilman Al Madani, Yuhyina Maisura
Ilustrator: ROyas Amri Bestian
Jenis: Non Fiksi, Materi Sex Education
ISBN: 978-602-96925-0-1
Penerbit: Yayasan Kita dan Buah Hati
Tahun Terbit: 2010 (Cetakan 3)
Jumlah Halaman: 119++


Untukmu...

Kalo denger kata-kata seks atau pubertas rasanya gimanaa gitu ya.. ada yang bilang joroklah, nggak panteslah, dan lain-lain deh yang bikin kita jadi risih banget ngomonginnya. Boro-boro mau nanya, lagian mo nanya siapa coba? Ortu? Guru? Nggak mungkin banget kan? Padahal yang namanya seks, apalagi pubertas bukan hal yang buruk seperti yang kebanyakan orang-orang bilang. Kalo saja kita tau yang sebenernya tentang seks juga pubertas, pasti dunia remaja yang kita jalanin bakalan aman dan asyik-asyik aja. Sepakat?

Nah, buku yang sekarang lagi di tanganmu kayaknya emang pas banget buat nuntasin rasa ingin tau kamu soal seks, seksualitas, juga pubertas dari sisi medis, psikologis, dan religius. Pastinya bakalan bener-bener komplit, enak dibaca en pas buat kita. Semoga bermanfaat! Happy reading!



Untuk orangtua...

Anak jaman sekarang tampaknya lebih cepat "besar". Mereka lebih berani dalam segala hal, termasuk dalam bertanya hal-hal seputar seks dan pubertas, yang sering mengakibatkan kita gelagapan dibuatnya. Buku ini disusun untuk membantu para orangtua menjawab pertanyaan-pertanyaan yang "nggak mungkin" itu. Lengkap, dijawab secara lugas dan dikunci dengan agama. Buku ini wajib punya. Baca aja!


Begitulah isi BLURB yang ada di buku ini. Buku yang kata didedikasikan kepada:
  1. Ayah Bunda kami terkasih
  2. Para ayah bunda di seluruh Indonesia
  3. Segenap guru-guru Indonesia
  4. Pelatih dan konselor remaja Yayasan Kita dan Buah Hati
  5. Seluruh adik-adik yang pernah mengikuti pelatihan persiapan masa puber dan pendidikan seksualitas dari Yayasan Kita dan Buah Hati
  6. Semua anak dan remaja Indonesia

Coba kita intip isinya yuk!

***


Kondom itu apa sih? Terbuat dari apa?

... Kondom adalah salah satu jenis alat kontrasepsi yang dikenakan pada alat kelamin laki-laki sebelum melakukan hubungan seks (ada juga yang diperuntukkan bagi perempuan) yang terbuat dari karet lateks yang amat tipis. Dulunya, kondom dibuat dari usus binatang. Kondom inilah jenis alat kontrasepsi yang paling pertama....
Apa gunanya kondom?

Kondom berfungsi untuk mencegah masuk sperma ke dalam vagina, sehingga nggak terjadi kehamilan. Tapi kondom juga nggak menjamin 100% berhasil. Tingkat keberhasilannya hanya 88%. Berarti walau menggunakan kondom, masih ada kemungkinan untuk hamil sebanyak 12%.

Para ahli juga menyatakan bahwa kondom juga berguna untuk mencegah menularnya beberapa penyakit seksual seperti HIV/AIDS. Tetapi nngak menjamin tertularnya penyakit seksual lainnya seperti sifilis ataupun herpes. Artinya menggunakan kondom waktu melakukan hubungan seks tetap saja bisa tertular penyakit menular seksual.

Kondom baik atau nggak?

Tergantung pemakaiannya. Kalo digunakan oleh pasangan yang sudah menikah dan digunakan untuk membuat jarak kehamilan yang baik agar kelahiran anak-anaknya nggak terlalu berdekatan, maka fungsi kondom menjadi baik.

Tapi kalo kondom digunakan oleh orang-orang yang belum menikah agar bisa melakukan seks bebas dengan siapa aja untuk mencegah kehamilan atau mencegah terjangkitnya penyakit menular seksual, maka kondom menjadi nggak baik karena digunakan bukan pada tempatnya dan menyalahi hukum agama.

Apakah pemakaian kondom berbahaya? Merusak alat kelamin pria?

Sama sekali nggak. Kondom nggak berbahaya ataupun merusak alat kelamin pria.

Aku pernah dengar kondom yang ada rasanya, gunanya untuk apa?

Sebetulnya bukan rasa, tapi ada kondom yang dibuat dengan dibubuhi aneka aroma.

Kenapa kalau laki-laki pakai kondom, perempuan nggak hamil?

Karena kalau laki-laki menggunakan kondom, sperma yang dikeluarkan pada saat ejakulasi akan tertampung dalam kondom sehingga nggak masuk ke lubang vagina dan bertemu dengan sel telur, sehingga kemungkinannya nggak terjadi kehamilan. Tapi, seperti yang telah kita bicarakan sebelumnya, penggunaan kondom tetap tidak menjamin 100% nggak terjadinya kehamilan. Jadi tetap nggak aman!


***


Mirip dengan buku sebelumnya -- Ngobrol Soal Tubuh dan Seksualitas -- buku ini juga mengupas permasalahan seksualitas bagi remaja. Tetapi, dengan pendekatan yang berbeda. Kalau dari gaya bahasa yang dituturkan, gaya bahasa di buku ini lebih "khas" remaja. Jadi, terasa lebih friendly. Segmentasi buku ini terkesan lebih diperuntukkan bagi remaja. Ilustrasi juga lebih smooth dan "remaja banget". Sesuai dengan yang tertulis di dalam blurb, buku ini memang tidak hanya menggunakan pendekatan medis dan psikologis seperti buku Ngobrol Soal Tubuh dan Seksualitas melainkan juga menggunakan pendekatan agama, terutama agama Islam. Selain itu, bedanya lagi, buku ini memiliki tim ahli yang seorang dokter yaitu dr. Silvani Akbar. Isu yang dibahas juga lebih banyak dan lebih detail, dengan format tanya jawab biasa.

Dengan segala perbedaan di atas, bukan berarti buku ini lebih baik dari buku sebelumnya. Kalau dibilang kemasan fisiknya lebih menarik, iya. Tetapi, untuk isi tetap saja saling melengkapi. Dibaca dua-duanya akan membuat wawasan kita semakin bertambah.

Sekali lagi, sama dengan yang saya sampaikan di Ngobrol Soal Tubuh dan Seksualitas bahwa penjelasan di dalam buku ini pun terkesan lebih diperuntukkan bagi anak-remaja di level basic. Pengalaman saya sebelumnya, untuk anak atau remaja dengan level yang lebih advance, pengetahuan mereka tentang kondom pun sudah sangat advance. Saya seringkali hanya bisa menyerahkan kembali segala pilihan sikap kepada mereka, tidak bisa lagi melarang ini dan itu, karena mereka sangat paham apa yang ingin mereka lakukan beserta segala konsekuensinya.

Berbeda dengan penjelasan di buku ini yang sering mengatakan hal-hal seperti, "Jangan melakukan ya!", kenyataan di lapangan terkadang membuat saya tidak bisa lagi melarang, apalagi memaksa mereka. Meski sedih, I have done my part... kalimat itu yang sering saya sampaikan ke diri sendiri saat berhadapan dengan kelompok advance -- terutama kelompok remaja akhir. Tinggal memikirkan apa lagi tindakan yang bisa saya lakukan untuk memberikan edukasi tambahan kepada mereka. Keputusan akhir, ada di tangan mereka.

Yang jelas... Hal pertama yang harus dilakukan saat memberikan sex education kepada anak dan remaja, memang harus screening kelompok dulu. Mereka ada di level mana, edukasi pun menyesuaikan juga dengan level mereka berada. Jadi, bukan sekedar membedakan dari usia saja. Usia lebih muda bukan berarti pengetahuan dan pengalaman mereka terkait aktivitas seksual akan lebih sedikit dibandingkan yang berusia lebih tua.




Cheers!
Have a blessed-day!















#SexEdu

Beberapa buku yang saya gunakan sebagai referensi ketika memberikan sex education kepada anak dan remaja.
  1. Partisipatory Research on Commercial Sexual Exploitation
  2. HIV & AIDS
  3. Ngobrol Soal Tubuh dan Seksualitas 
  4. EnSexclopedia
  5. Bagaimana Harus Memulainya?
  6. Porno!