24 December 2016

HIV & AIDS: Resiko bagi Anak-anak dan Kaum Muda Indonesia by Save the Children



Judul: HIV & AIDS - Resiko bagi Anak-anak dan Kaum Muda Indonesia
Pengarang: Tim dari Save the Children
Jenis: Non Fiksi, Materi Sex Education
Penerbit: Save the Children UK (termasuk untuk edisi berbahasa Indonesia)
Tahun Terbit: 2006
Jumlah Halaman: 55


menyelamatkan anak-anak dari kemiskinan, ketidakadilan, penyakit, dan kekerasan
HARI INI dan ESOK


***



Kebanyakan orang Indonesia merasa bahwa membicarakan masalah seks secara terbuka adalah tabu dan harus diperlakukan sebagai sebuah masalah pribadi dan bukan persoalan publik.

Yes!

Dan begitu ada kejadian yang menghebohkan publik, baru massa beramai-ramai kembali peduli tentang pentingnya sex education.

Budaya Indonesia mengharapkan orang-orang yang belum menikah untuk tidak terlibat dalam perilaku seksual.

Sepakat. Tetapi, bukan berarti untuk melupakan esensi dari pentingnya mengajarkan pendidikan terkait informasi seksual dan seksualitas harus dilarang dan dianggap tabu kan, ya?
Dari hasil penelitian yang dijelaskan di dalam buku ini, diketahui bahwa perilaku kaum muda yang melakukan seks sebelum menikah di Indonesia relatif sedikit jika dibandingkan dengan jumlah populasi seluruhnya. Tetapi, bukan berarti kita boleh bernapas lega.

Kenapa?

Penelitian tersebut didapatkan berdasarkan data yang diperoleh dari kaum muda, terutama usia 15-24 tahun yang bersekolah maupun tidak bersekolah, yang MAU memberikan pengakuan tentang perilaku seksual mereka. Itupun, tidak dapat dipastikan secara akurat kejujuran dari jawaban-jawaban tersebut.

Bagi orang muda, masalah seks adalah sangat sensitif dan mereka merasa tidak nyaman untuk membicarakan perilaku seks mereka.

Beberapa penelitian kecil yang dilakukan oleh Save the Children menunjukkan bahwa ada kemungkinan seks di kalangan kaum muda mungkin jauh lebih umum dan biasa dibandingkan yang nampak oleh kita. Dan ini, tentunya, berbahaya.

Masalahnya...

Tidak begitu banyak laporan-laporan yang masuk mengenai tingkat aktivitas seksual kaum muda Indonesia, terutama yang menyebabkan peningkan resiko akan penularan HIV. Dari beberapa penelitian kecil yang dilakukan oleh Save the Children, dari pengakuan para narasumber mereka diketahui bahwa tidak ada seorang pun dari para narasumber itu yang menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual. Hal ini tentunya mengkhawatirkan karena beresiko terhadap resiko penularan HIV antar pasangan tadi.

Masalah lainnya lagi...

Pengetahuan kaum muda Indonesia mengenai HIV-AIDS dapat dikatakan sedikit. Memang tidak semua kaum muda yang tidak mengetahui informasi mengenai ini. Tetapi, bila dibandingkan dengan populasi keseluruhan, jumlah yang mengetahui informasi ini dapat dikatakan terbatas.

Survey-survey yang berbeda menunjukkan temuan-temuan yang berbeda, tetapi semua menunjuk pada fakta bahwa terdapat pemahaman yang keliru mengenai HIV dan AIDS di antara kaum muda.

Menurut laporan terakhir UNICEF, hanya 7% dari penduduk Indonesia yang berusia 15-24 tahun memiliki pengetahuan menyeluruh mengenai HIV/AIDS.


***


Pengantar di dalam buku ini cukup provokatif dengan menjabarkan fakta-fakta penemuan yang dimiliki oleh Save the Children.

Ini bukan buku kompilasi penelitian yang pertama saya miliki. Sebelumnya, saya juga membaca hasil penelitian yang dilakukan oleh tim UNICEF Indonesia, ada yang terkait dengan eksploitasi pekerja anak dan juga terkait dengan pekerja seks anak.

Secara khusus, buku ini memiliki kesamaan dengan buku yang membahas pekerja seks anak. Di buku ini, prostitusi anak juga disorot dengan menyebutkan fakta-fakta tentang fenomena PSK anak di beberapa daerah di Indonesia. Lebih jauh lagi, mengaitkan fakta tersebut dengan seberapa tinggi resiko PSK anak untuk terinfeksi HIV.

Pada akhirnya, saya sepakat dengan seluruh hasil penjabaran di dalam buku ini. Betapa mirisnya kondisi kaum muda Indonesia yang tidak memiliki pengetahuan cukup tentang resiko penularan HIV/AIDS.

Status sosial anak-anak dalam keluarga dan komunitas, membuat mereka sulit untuk berpartisipasi penuh dalam pengambilan keputusan mengenai kesehatan mereka sendiri, untuk dapat belajar mengenai HIV dan AIDS dan kesehatan reproduktif, dan untuk dapat membuat pilihan yang dilandaskan atas pengetahuan yang benar.

Di Indonesia, status sosial dan kekuasaan ditentukan oleh banyak faktor usia, gender, kesejahteraan, pendidikan, dan kelas.


Cheers!

Have a blessed-day!
















#SexEdu

Beberapa buku yang saya gunakan sebagai referensi ketika memberikan sex education kepada anak dan remaja.
  1. Partisipatory Research on Commercial Sexual Exploitation
  2. HIV & AIDS
  3. Ngobrol Soal Tubuh dan Seksualitas 
  4. EnSexclopedia
  5. Bagaimana Harus Memulainya?  
  6. Porno!