30 December 2016

Peluncuran Novel Dark Memory Bersama Jack Lance dan Penerbit BIP - Edited



Dua hari yang lalu saya mengikuti sebuah event yang diadakan oleh Penerbit BIP, yaitu acara Peluncuran Buku Dark Memory Bersama Jack Lance. Nah, Jack Lance ini adalah nama penulis buku yang dimaksud.

Sudah lama saya tidak mengikuti acara peluncuran buku, sehingga saya memutuskan untuk ikut. Selain itu, saya juga sudah lama tidak ke Gramedia Central Park; ada buku import yang saya cari dan kebetulan sulit menemukannya di Gramedia lain yang menyediakan buku import. Ya, siapa tahu ada di Gramedia Central Park, kan ya? Walaupun ternyata juga tidak ada di sana, sih. Hahaha.


***


Acara dimulai sedikit terlambat dari jadwal. Saya sendiri datang terlambat sekitar 15 menit due to sedikit masalah dengan driver yang sempat salah jalan sehingga harus lebih lama berputar-putar di jalan. Hehehe. Untungnya, begitu saya sampai itu acara belum dimulai. Fiuh... Saya bisa melakukan registrasi dengan hati tenang dan riang, deh. Halah.

Goodie bag acara ini menggiurkan sekali. Beberapa teman secara terang-terangan berminat untuk ikut acara ini karena tergiur isi goodie bag yang ditawarkan oleh Penerbit BIP di banner promosi acara di atas. Saya sendiri tidak berpikir ke sana ketika mendaftar. Hahaha. Jadi, kalau bukan karena mereka yang terus membahas ini, saya sama sekali tidak terpikirkan mengenai isi goodie bag. Saya pikir, ya standar saja. Jika ada paket buku, pun, terkadang bukan buku yang sesuai dengan tema acara juga yang diberikan. Lalu, voucher dan lainnya juga terkadang diberikan sebagai hadiah doorprize atau hadiah menjawab pertanyaan selama acara berlangsung. Ternyata... Isi paket yang diberikan kepada peserta sesuai dengan apa yang di"pamer"kan oleh Penerbit BIP di banner promosi, serta paket buku yang diberikan pun buku-buku Jack Lance yang diterjemahkan oleh Penerbit BIP.

Untung saja saya belum jadi membeli buku The Day You Died. Kalau tidak, saya akan jadi memiliki dua buku yang double. Hehehe. Saya memiliki dua buah voucher fisik Gramedia senilai total Rp 100.000,00. Tadinya akan saya belikan The Day You Died sebagai persiapan untuk membaca tulisan Jack Lance sebelum saya hadir di peluncuran buku Dark Memory; buku Jack Lance kedua yang diterjemahkan oleh Penerbit BIP.

So, isi goodie bag adalah:
  1. Goodie bag Scoop
  2. Buku The Day You Died (judul asli Phyrophobia)
  3. Buku Dark Memory
  4. Voucher Gramedia senilai Rp 50.000,00 yang dapat ditukarkan hanya untuk buku Penerbit BIP lainnya 
  5. Voucher diskon 30% dari Scoop
  6. Materi press release
  7. Snack

Cahaya tidak begitu bagus dan kamera HP juga dalam kondisi dying.
Hasil foto, ya, seadanya deh. Hahaha.

Berhubung saat saya datang, acara belum ada tanda-tanda akan segera dimulai dan saya ingat bahwa ada lomba selfie di Instagram yang bisa saya ikuti. Akhirnya, saya dan Hana pun sibuk bergantian mengambil gambar untuk lomba ini.


Tidak pakai janjian, eh ternyata bertemu Hana yang juga menjadi peserta.

Beberapa penampakan selfie alay saya. 

Mingkem, Mbak...

Istighfar, Mbak...

Dan kemudian saya sibuk membanjiri Instagram feed dengan foto alay sejenis lainnya. Astaghfirullah... Maaf, ya, bagi yang harus berulang-kali melihat penampakan alay saya sepanjang hari selama tanggal 28 Desember 2016 kemarin. Hahaha.

Selama acara, saya juga sibuk live-tweet. Ada lomba terkait ini juga. Sekalian, sebagai catatan dan pengingat bagi saya untuk saya ceritakan kembali di dalam blog. Berikut ini adalah rangkumannya, berdasarkan apa yang saya tulis di Twitter dan materi press release yang diberikan kepada peserta.


***

Acara secara resmi dibuka oleh MC, yaitu Percik Bintang,
sekitar pukul 10.40 WIB.

Jack Lance merupakan nama pena dari Ron Puyn, dan berasal dari Belanda. Ia memilih nama pena Jack Lance karena menurutnya, nama Jack Lance lebih mudah diingat dan diucapkan dibandingkan nama Ron Puyn. Berdasarkan personal experiences saya ketika bertemu dengan orang-orang Belanda, pelafalan nama mereka terasa lebih sulit dan butuh usaha untuk menyebutkannya, sih. Hehe. Jack Lance telah menikah dan istrinya adalah orang Indonesia -- lebih tepatnya, berasal dari Makassar. Jadi, Jack Lance ini memang telah beberapa kali ke Indonesia, meskipun lebih banyak di Sulawesi dan mengunjungi tempat wisata di sana (seperti ke Tana Toraja). Bahkan, setelah acara peluncuran buku selesai, Jack Lance harus segera flight ke Makassar.

Jack Lance (kanan) dan interpreter (kiri)

Karya-karya Jack Lance bergenre mystery/thriller dan telah diterjemahkan ke dalam 13 bahasa di 25 negara. Saat ini, dia telah menyelesaikan novel ke-empat dan novel ini telah diterbitkan oleh 13 penerbit di seluruh dunia. Buku-bukunya yang edisi bahasa Belanda telah terjual lebih dari 100.000 copies di Belanda dan Belgia -- berdasarkan catatan tahun 2014, jadi kemungkinan sekarang jumlahnya sudah lebih meningkat. Bukunya yang edisi bahasa Jerman telah terjual puluhan ribu copies. Buku-buku tersebut juga meraih sukses di beberapa negara lainnya. Selain itu, beberapa hasil karyanya juga telah diadaptasi menjadi film layar lebar dan novel grafis. Khusus untuk novel pertama yang diterjemahkan oleh Penerbit BIP di tahun 2015, yaitu The Day You Died, saat ini telah dicetak ulang yang ke-dua kalinya.

Novel Jack Lance yang berjudul Night Eyes bahkan telah diadaptasi menjadi film layar lebar berdurasi 90 menit di Hollywood, USA, dengan budget USD 100.000. Ada juga cerita pendeknya, yaitu Tikken, yang diangkat menjadi pertunjukan teater dengan judul yang sama.

Gaya penulisan dan nuansa novelnya merupakan perpaduan antara novel-novel Stephen King dan Dean Koontz. Well... Saya sudah beberapa kali membaca karya dari kedua penulis yang disebutkan ini, bahkan mengoleksi beberapa karya mereka berdua. Tetapi, saya belum pernah membaca karya Jack Lance. Meski demikian, saya dapat langsung membayangkan seperti apa vibe yang ditawarkan oleh Jack Lance di dalam karya-karyanya. Jack Lance disebut sebagai "Stephen King dari Belanda" (Dutch's Stephen King). Personally, Jack Lance menganggap karya-karyanya lebih mendalam dibandingkan Stephen King.

Superb...


***

Dark Memory dan The Day You Died karya Jack Lance,
serta Three Wishes yang saya beli dari hasil menukarkan
voucher Gramedia dari Penerbit BIP

Sinopsis dari novel Dark Memory adalah sebagai berikut:
Rachel Saunders terbangun di hutan yang aneh, sendirian, di malam hari. Dia terluka, dan parahnya; dia tidak ingat apa-apa. Beberapa waktu kemudian, ingatannya berangsur kembali, tetapi segala sesuatu yang terlah terjadi padanya dalam tiga minggu terakhir masih merupakan misteri. Pacara Rachel, Jonathan Lauder, mengatakan padanya apa yang terlah terjadi; minggu lalu ia berangkat dari rumahnya di Inggris ke Skotlandia, untuk menghadiri pemakaman sahabatnya Jenny Dougal, yang meninggal tiba-tiba dalam kecelakaan. rachel pergi sendirian, tanpa Jonathan. Setelah pemakaman, Rachel hilang selama 3 hari, hingga suatu malam ia terbangun di tengah hutan Skotlandia dengan kehilangan ingatan jangka pendeknya... sesuatu yang mungkin terjadi setelah seseorang mengalami shock berat atau trauma.
Rachel telalh melalui sesuatu yang sangat tidak terduga dan misterius selama hari-hari dia menghilang. Meskipun dia tidak ingat apa itu, dia bersikeras tentang satu hal; Jenny tidak mati. Rachel harus segera menemukannya. Rachel juga yakin tentang satu hal; ada monster di suatu tempat di luar sana, entah manusia atau binatang. Monster itu memiliki sayap seperti kelelawar dan berkepala serigala. Kengerian ini adalah kunci untuk menemukan misteri. Jonathan, yang tidak percaya akan semua hal aneh itu, bergabung dengan Rachel pada pencariannya untuk menemukan Jenny.
Namun yang mereka temukan lebih dari yang mereka harapkan; rahasia mengerikan yang telah lama Rachel sembunyikan. Jenny juga sedang menyusuri jejak masa lalu Rachel sebelum kematiannya. Rachel menyadari bahwa satu-satunya jalan untuk menemukan Jenny adalah dengan menyingkap tabir gelap masa lalunya.

Satu hal yang jelas, sepertinya akhir-akhir ini saya berhadapan dengan cerita yang menyangkut peristiwa kelam di masa lalu, yang membuat tokoh utamanya menjadi hilang ingatan. Misalnya, di novel Being Henry David dan Hari Setelah Kita Jatuh Cinta.

Wew...

Bedanya dengan kedua novel tersebut, sepertinya kisah Rachel jauh lebih kelam dan secara umum vibe dari novel Dark Memory juga terkesan lebih dark; khas di novel dengan genre mystery/thriller/horror.

Berdasarkan penjelasan dari Jack Lance, novel Dark Memory membawa isu trust, friendship, dan bagaimana seseorang menghadapi masa lalu yang kelam. I'm sold, literally! Pada dasarnya, semua novel Jack Lance memiliki keunikan karena ditulis dengan pendekatan paranormal-supernatural, dan dia melakukan riset intensif dan mendalam selama menulis isu supernatural ini. Dibandingkan dengan The Day You Died, maka Dark Memory tetap membawa isu yang dark dan bagaimana tokohnya berproses dalam menghadapi dan melalui kekelaman masa lalunya.

Jack Lance sendiri sangat menyukai cerita-cerita yang dark dan biasanya dia pun mudah sekali dalam mendapatkan inspirasi menulis -- terkadang muncul begitu saja; mulai dari silly ideas yang muncul tiba-tiba, atau dari silly moments yang dia hadapi ketika sedang sarapan dan mengendarai mobil. Inspirasi Jack Lance ia temukan in anytime and anywhere, definitely hahaha. My personal comment is; dari cerita-cerita yang dijabarkan oleh Jack Lance mengenai ini, imajinasinya dia memang warbiasyak! Hahaha. Imajinasi Jack Lance itu benar-benar literally bermakna silly dan liar, dan ini turut berperan juga ketika dia berhadapan dengan momen apapun -- bahkan untuk momen yang sebenarnya tidak berarti dan simple, sangat sederhana sekalipun. Makanya fantasi dia untuk setiap momen itu bisa sampai weird, terkesan sangat peculiar, dan abstrak. Semua inilah yang kemudian bisa menjadi dasar dia dalam membuat cerita. Daya imajinasi si om ini benar-benar, deh, tinggi sekali. Saya jadi teringat dengan salah satu teman, a numero-uno-fan of Stephen King, yang juga memiliki daya imajinasi sangat tinggi. Bedanya, teman saya ini bergerak di industri kreatif yang berbeda saja dengan Jack Lance, meskipun teman saya ini juga menulis; dunia film -- dia adalah seorang sutradara, pemain peran, script writer... you name it, dengan prestasi skala internasional.


***

Apa yang membuat Jack Lance menyukai cerita horror?

Jack Lance mengatakan bahwa anak-anak di Eropa terbiasa dengan kisah horor. Jadi, dia tidak melihat ada yang "aneh" dengan cerita horor, yang dia sukai memang sedari kecil. Dia sendiri tidak pernah berhadapan dengan cerita horor. Bahkan, apa yang dianggap orang sebagai cerita horor, justru merupakan pengalaman lucu baginya. Satu lagi kesamaan Jack Lance dengan teman saya tadi. Hahaha.

Dibandingkan dengan novel-novelnya, Jack Lance menganggap bahwa cerita-cerita yang dia buat dalam bentuk novella dan cerita pendek, memiliki unsur yang lebih horor.


Apakah seorang Jack Lance pernah ditolak oleh penerbit?

Ya. Secara tegas Jack Lance menyampaikan bahwa sebagai seorang penulis tentunya dia pernah mengalami yang namanya ditolak oleh penerbit. Dia juga sering mendapatkan kritik ketika karyanya dianggap tidak bagus. Tetapi, salutnya saya dengan Jack Lance, dia pun secara tegas mengatakan bahwa penolakan tersebut tidak dia anggap sebagai sebuah kegagalan, melainkan sebuah proses belajar. Jack Lance mau untuk belajar dari kegagalan, termasuk ketika bukunya ditolak atau tidak sukses di pasaran. Dia juga tidak takut berhadapan dengan kritik, bahkan tidak segan untuk belajar dan bertanya kepada penulis lain dan mendapatkan kritik dari penulis-penulis yang dijadikannya tempat belajar. Penulis harus mau belajar dan menerima kritik. Jangan malu dan segan untuk mau berusaha dan belajar dari penulis lain -- bahkan dari orang lainnya lagi.

Teringat dengan salah satu pembahasan di momen Grasindo Blogtionship, ketika membahas "kelakuan" penulis yang anti-kritik. Apa yang dilakukan oleh Jack Lance ini tepat seperti yang disampaikan oleh Kang Maman Suherman saat itu; buku mengajarkan kerendah-hatian, bukan arogansi


Apakah Jack Lance berencana untuk menulis cerita mengenai hantu Indonesia?

Terpikirkan oleh Jack Lance untuk mencoba mengeksplorasi cerita hantu di Indonesia. Dia juga berencana untuk tinggal di Indonesia apabila bukunya menjadi best seller di sini.


Bagaimana pendapat Jack Lance mengenai cerita hantu itu menakutkan anak-anak?

Jack Lance tidak melihat korelasi yang menyatakan bahwa cerita hantu merupakan hal yang menakutkan bagi anak. Menurut Jack Lance, ini semua tergantung dengan karakter setiap anak. Tiap anak memiliki tipe yang berbeda-beda dan  ada anak-anak yang sangat menyukai cerita horor. Persis. Ini persis seperti teman yang tadi, sedari kecil dia sangat terpesona dengan cerita horor, hantu, dan hal peculiar lainnya -- Jack Lance juga begitu, kan, sejak kecil? Jack Lance bahkan merasa bahwa anak-anak justru lebih bisa membuatnya ketakutan; anak-anak lebih sering dianggap menakutkan bagi dirinya dibandingkan cerita horor. Hahaha. Apalagi, seperti yang Jack Lance sampaikan di atas, anak-anak di Eropa sangat terbiasa dengan cerita-cerita horor. Jadi tidak mengherankan jika anak-anak di Eropa kemungkinan akan biasa saja dalam menghadapi kisah hantu. 

Poin utama yang juga disampaikan oleh Jack Lance adalah, jika terkait dengan anak-anak, maka ini adalah tugas orang tua untuk mengenali karakter anak dan melihat bagaimana pemaknaan anak terhadap cerita horor.


Orang Barat biasanya bertindak berdasarkan logika dan penilaian objektif. Tetapi, jika mendengarkan cerita-cerita dan pendapat yang disampaikan oleh Jack Lance, sepertinya ia bukan orang yang seperti itu?

Jack Lance menekankan bahwa meskipun secara umum orang Barat digambarkan memiliki pola pemikiran seperti yang disebutkan, bukan berarti orang Barat PASTI semuanya akan seperti itu. Banyak pula orang Barat yang cenderung spekulatif dan Jack Lance merupakan salah satu di antaranya. Banyak pula orang Barat yang juga menyukai cerita-cerita serta kisah spekulatif.


Novel Dark Memory ditujukan bagi kalangan usia berapa?

Segmen Dark Memory adalah semua kalangan, dari semua jenis usia, terutama bagi mereka yang menyukai cerita mystery/thriller/horror.


Negara mana saja yang telah menerjemahkan novel-novelnya Jack Lance?

Beberapa negara di antaranya adalah Jerman, Prancis, Rusia, dan Indonesia. Bahkan, di Jerman -- tempat di mana novel Jack Lance pernah terjual hingga puluhan ribu copies dan dapat dikatakan sangat sukses di sana, novel Jack Lance pernah sampai di-sublisensikan ke beberapa penerbit.


Apakah Jack Lance berminat untuk mengadaptasi bukunya menjadi film Indonesia?

Menurut Jack Lance, konsep film Hollywood vs Indonesia pasti sangat berbeda. Tetapi, tidak menutup kemungkinan bukunya dapat diadaptasi menjadi film Indonesia.


Sejak kapan Jack Lance senang menulis?

Jack Lance mengaku sudah senang menulis sejak usia 6 tahun, lebih tepatnya sejak ia baru bisa membaca. Ditambah lagi, anak-anak di Belanda terbiasa dan practically di-reinforce untuk juga menulis sejak mereka baru bisa membaca.


Berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh Jack Lance untuk menyelesaikan sebuah tulisan?

Setidaknya, Jack Lance membutuhkan rata-rata waktu dua tahun untuk bisa merampungkan sebuah novel. Hal ini dikarenakan ia juga harus terus merevisi tulisannya sebelum dia anggap layak untuk diajukan ke penerbit dan dicetak. Untuk saat ini, ia mengakui bahwa kemampuan menulisnya sudah jauh lebih baik, tetapi masih jauh dari sempurna. Itulah mengapa ia merasa wajib untuk terus belajar.


Apa saja tips menulis yang dapat Jack Lance berikan?

Ada tiga poin yang disampaikan oleh Jack Lance dan perlu terus diingat oleh siapapun yang berniat menjadi penulis, yaitu:
  1. Siapkan bab-bab yang ingin ditulis, dan fokus untuk membuat cerita yang menarik. Jadi, setiap materi di tiap bab wajib dikemas menarik.
  2. Show, don't tell.
  3. Buat cerita dengan structures yang bagus.




Last but not least... Jack Lance berharap karyanya dapat diterima dengan baik oleh pembaca di Indonesia. Ia juga berharap semoga pembaca dapat menangkap pesan dari Dark Memory; bahwa kita harus berusaha untuk keluar dari kekelaman masa lalu dan belajar dari keterpurukan.



***

The last segment was book-signing and photo session, pastinya!

Ini adalah penampakan buku saya yang ditanda-tangani oleh Jack Lance. Uyeah! Biasanya saya tidak terlalu tertarik dengan yang namanya sesi book-signing, bahkan dapat dikatakan tidak pernah ikut antri dan semacamnya selama mengikuti peluncuran buku -- yang memang hampir tidak pernah saya jalani itu. Hahaha. Pas sekali saya duduk di deretan depan selama acara berlangsung, jadi mudah untuk saya menjangkau Jack Lance, sehingga saya sudah mendapatkan tanda tangan bahkan sebelum peserta diminta antri. Ehehe~



Proses book-signing ini berlangsung cukup lama. Saya yang sudah keburu bosan menunggu malah sibuk foto alay lagi selama menunggu sesi book-signing selesai. Ini salah satu hasilnya. 

Allah...

Bahkan sampai membuat photo collage ini. Pardon me... Hahaha.



Kenapa saya menunggu hingga sesi book-signing selesai? Ya, pastinya demi ini...



Terima kasih Penerbit BIP atas kesempatan yang diberikan, sehingga saya dapat menjadi salah satu peserta yang beruntung mengikuti acara Peluncuran Buku Dark Memory Bersama Jack Lance. Pesertanya sangat terbatas dan cukup cepat juga seat ditutup sejak beberapa hari sebelum hari-H karena antusiasme yang membludak dari para blogger. Jadi, my honor to be one of those lucky people yang berkesempatan bertemu dengan Jack Lance.

Dan keberuntungan saya juga bertambah dengan menjadi salah satu pemenang lomba live-tweet selama acara berlangsung. Lalalayeyeye~


Bagi kalian yang tidak berkesempatan hadir, jangan khawatir...


Kalian dapat mengikuti Lomba Blog Review, dengan hadiah yang menggiurkan -- seperti yang tertera di banner di atas. Masih ada waktu hingga 31 Januari 2017; masih ada waktu sekitar satu bulan, jadi masih bisa terkejar deh ya. Ehe~



Cheers!
Have a blessed-day!