31 December 2016

Kaleidoskop Buku 2016 - An Unpredictable Journey

Sebagai seseorang yang memiliki ultimate bias pada karya-karya klasik, tahun ini saya menjalani perjalanan membaca yang unpredictable. Saya sendiri masih agak tidak percaya bahwa melencengnya saya tahun ini bisa sampai ke jenis tulisan yang sebelumnya sangat membuat saya tidak tertarik. Entah magnet apa yang menarik saya ke sana.


Saya tidak dapat menghitung berapa persisnya jumlah buku yang saya baca karena tidak tercatat dengan rapi. Tetapi, dengan pertimbangan jumlah buku yang saya upload di social media, dan ditambah dengan perkiraan jumlah buku yang berhasil saya baca namun tidak terpublikasikan social media saya, maka jumlah buku yang saya baca tahun ini kemungkinan mencapai 450-500 buku; mencakup buku baru dan buku yang saya baca ulang. Sebagian kecil di antaranya adalah komik.


***



Berkat akses meminjam buku di salah satu aplikasi digital library, saya mau membaca karya beberapa penulis lokal yang dulu saya pandang sebelah mata dan tidak pernah berminat untuk membaca karya mereka. Dua di antaranya yang membuat saya terkejut karena tulisannya ternyata cukup baik adalah Prisca Primasari (Evergreen dan French Pink) dan Nay Sharaya (Take Off My Red Shoes). 


Selain itu, saya yang rada anti dengan Wattpad dan tidak pernah mau membaca tulisan di Wattpad, juga mau mencoba membaca beberapa karya yang berawal dari WattpadDua yang berkesan bagi saya adalah Secretly Married (Filipina) dan You Are My Moon (Thailand) karena juga menandai pertama kalinya saya membaca karya penulis dari kedua negara tersebut.


So, dapat dengan jelas terlihat bahwa area bacaan saya tahun ini sangat meluas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Mau membaca tulisan yang diangkat dari Wattpad merupakan hal yang paling mengejutkan bagi diri saya sendiri. Frankly speaking, saya pembaca semua genre. Jadi, sejak dulu saya memang tidak pernah selalu berada di zona nyaman saya (sastra klasik) dalam membaca; sastra klasik lebih membuat saya merasa enganged selama membacanya, itu saja bedanya. Ada beberapa hal yang belum apa-apa sudah membuat saya ilfil duluan sebelum membaca. Nah, Wattpad ini salah satunya; cerita-ceritanya too predictable, too typical – makanya saya keburu malas duluan. Hahaha. Setelah saya berpikir lebih mendalam, ditambah saat saya memutuskan mau mencoba membaca karya yang diangkat dari Wattpad adalah momen di mana Secretly Married dan You Are My Moon diterbitkan dalam waktu berdekatan, serta kedua buku tersebut berasal dari negara yang belum saya kenal karya-karya penulisnya, ya sudah… sekalian saja.


***

Saya pun menemukan genre Young Adult yang ternyata menarik sekali; The Girl On Paper (Guillaume Musso),  Everything, Everything (Nicola Yoon), Being Henry David (Cal Armistead), dan P.S. I Like You (Kasie West) menjadi favorit di tahun ini. 


P.S. I Like You saya anggap yang paling menarik karena menceritakan kehidupan remaja normal, dengan kehidupan yang normal dan manis. Rasanya menyegarkan selama membaca kisah Lily Abbott di P.S. I Like YouMungkin saya bosan dengan kisah fiksi yang tokohnya masih remaja, tetapi sedikit-sedikit harus berhadapan dengan konflik yang “berat”. Hehehe. 


Untuk YA yang lebih ke fantasy-dystopian, dua penulis yang mengejutkan bagi saya di tahun ini adalah Marissa Meyer (The Lunar Chronicles series) dan Sabaa Tahir (An Ember in the Ashes series). 


Kedua penulis ini membuat saya meningkatkan standar bagi penulis lain dengan genre sejenis; penulis-penulis lainnya harus mampu membuat saya terpikat dengan karakter villain yang complicated sekaligus paling menarik untuk dibahas dibandingkan karakter protagonist. Hahaha. 


The Lunar Chronicles dan An Ember in the Ashes sama-sama memiliki karakter villain perempuan ambisius, dengan latar belakang kehidupan yang kompleks, serta memiliki strong-will yang mampu membuat karakter lain menciut. Jenis perempuan-perempuan yang easily captivate my heart, terutama jika dia di-plot sebagai villain

Saelah!

***

Tahun ini, saya juga menemukan penulis klasik yang belum pernah saya baca karya-karyanya, yaitu Wilkie Collins, lewat karyanya yang berjudul The Moonstone. Berkat The Moonstone pula, saya menemukan heroine favorit terbaru selain Scarlett O’Hara (Gone with the Wind) dan Elizabeth Bennet (Pride and Prejudice) yang sudah menjadi favorite heroines of all times saya sejak lebih dari 16 tahun yang lalu; welcome to the club, Rachel Verinder!


Berbicara tentang heroine...

Tahun ini saya pun menemukan karakter anti-heroine di sebuah buku, yang membuat saya menggila dan jungkir balik dan langsung memutuskan untuk menjadi fangirl bagi penulisnya – Akiyoshi Rikako; HOLY MOTHER! Padahal, saat saya membaca Girls in the Dark, saya tidak menemukan yang spesial dari karya sensei; baru menemukan benang merah yang menarik dari karya-karyanya ketika saya membaca ulang Girls in the Dark dan The Dead Returns beberapa minggu sebelum saya membaca Holy Mother; dan Holy Mother membuat saya mengalami hangover

Siyal.


Akiyoshi-sensei adalah penulis terfavorit terbaru saya di tahun 2016. Absolutely. Di belakangnya ada Wilkie Collins, Marissa Meyer, dan Sabaa Tahir. 

Nggg...

Seharusnya Wilkie Collins tidak termasuk, deng. Semua penulis klasik akan otomatis masuk jajaran penulis terfavorit saya. Hahaha. Jadi, yang benar-benar unpredictable dapat masuk ke jajaran penulis terfavorit saya tahun ini adalah Akiyoshi Rikako, Marissa Meyer, dan Sabaa Tahir. Respectively


Personally, Holy Mother merupakan buku yang signifikan sekali maknanya bagi saya karena menunjukkan bahwa insting protektif seorang Ibu tidak dapat dianggap remeh. Seorang Ibu akan mampu melakukan apa saja untuk melindungi anaknya, meskipun diceritakan sebagai sosok anti-heroine.


***

Jika dikelompokkan, cakupan negara yang karya-karya penulisnya saya baca sepanjang tahun 2016 meliputi semua benua. Perkiraan gambarannya:
  1. Asia-Oceania (Arab Saudi, Australia, China, Filipina, Indonesia, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Taiwan, Thailand)
  2. Eropa (Belanda, Belgia, Denmark, Inggris, Irlandia, Italia, Jerman, Prancis, Rusia, Yunani)
  3. Amerika (Amerika Serikat, Argentina, Chili, Kanada, Meksiko, Venezuela)

Jika dikelompokkan berdasarkan jumlah halaman, maka:
  1. Buku paling tipis yang saya baca adalah Rumah Kertas karya Carlos Maria Dominguez (76 halaman)
  2. Buku paling tebal yang saya baca antara lain Winter – buku #4 The Lunar Chronicles karya Marissa Meyer (900 halaman) dan Germinal karya Emile Zola (880 halaman).


 

Catatan Tambahan
Tahun ini saya totally berhenti mengumpulkan buku tua (classics, mostly) demi kesehatan. Saya mengalihkan fokus ke Word Cloud Classics dan Leather Bound Classics series dari Canterbury Classics, serta Seri Sastra Dunia kerjasama Penerbit KPG dan Pustaka JayaSeri Sastra Dunia yang unpredictable; awalnya tidak tertarik mengoleksi karena telah membaca sebagian besar buku yang telah diterbitkan serta memiliki koleksi dengan versi berbeda dalam bahasa Inggris. Tapi, ternyata ya… Hahaha.



Cheers!
Have a blessed-day!