22 December 2016

Dongeng Balita: Doa Tiga Ekor Ulat by Iwan Yuswandi, Harianto A. Fauzi, Endang Firdaus, Nia Kurniawati






Judul: Dongeng Balita - Doa Tiga Ekor Ulat dan Empat Dongeng Asyik Lainnya
Pengarang: Iwan Yuswandi, Harianto A. Fauzi, Endang Firdaus, Harianto A. F., Nia Kurniawati
Ilustrator: Pidi Baiq, Masagung Dorojatun, Nur Cicilia
Jenis: Fiksi, Fantasi, Buku Anak
ISBN: 978-979-752-837-9
Penerbit: DAR! Mizan (Mizan Media Utama Group)
Tahun Terbit: 2008
Jumlah Halaman: 113++
Harga: Rp. 40.000,00


***


Di tengah bukit, ada sebuah pohon. Rantingnya kering karena kemarau panjang dan daunnya tinggal tiga helai. Seekor Ulat Kecil mendekati pohon tersebut. Matanya menatap ke atas. Di sana, ada tiga helai daun yang masih tumbuh. Air liurnya langsung menetes.

"Aku harus minta izin untuk memakan daun itu," kata Ulat kecil dalam hati, "mudha-mudahan, dia pohon yang baik hati."

Apakah pohon tersebut mau merelakan daunnya yang tinggal tiga helai itu untuk dimakan oleh si ulat kecil?


Ada pula seekor capung bernama Casa. Dia tidak bisa terbang. Kenapa? Karena sayapnya cuma satu. Sayap capung, kan, harusnya ada empat. Tapi, ketiga sayap Casa yang lain tidak tumbuh sejak dia lahir.

Karena sayapnya cuma satu, casa tidak bisa terbang. Dia hanya bisa merayap di sekitar tempat tinggalnya. Kasihan, ya? Apalagi ada sekelompok anak capung yang nakal. Mereka sering menyombongkan diri untuk menyakiti hati Casa.

Bagaimana nasib Casa selanjutnya?


Mino sebuah truk berwarna hijau. Setiap hari, Mino dipakai Pak Kirun mengangkut bahan-bahan bangunan. Badan Mino jadi kotor. Mesinnya selalu batuk-batuk dan sering mogok.

"Truk ini sudah waktunya dibawa ke penampungan besi tua," kata Pak Kirun.

Wah! Bagaimana nasih Mino selanjutnya?



Siamang binatang yang suaranya paling keras di hutan. Jika dia berteriak, suaranya bisa terdengar dari tempat yang sangat jauh. Nah, apa jadinya jika Siamang ingin jadi penyanyi?

Pagi, siang, sore, serta malam, Siamang terus berlatih. Akan tetapi, seisi hutan jadi terganggu. Terutama, Sapi Belang yang sedang sakit gigi. Binatang itu tidak bisa lagi menahan marahnya. Dia mendatangi rumah Siamang.

Duh, Siamang akan dimarahi dong?


Sapi mempunya banyak makanan. Ia sangat kaya. Namun, sapi sangat pelit. Ia tidak pernah berbagi dengan temannya. Ketika ada yang meminta makanan, Sapi tidak pernah memberikannya. Sapi takut makanannya habis jika diberikan kepada yang lain.

Suatu hari, Kerbau datang ke rumah sapi. "Sapi, bolehkah aku meminta makanan?" kata kerbau. "Makananku tinggal sedikit. Kalau aku berikan padamu, nanti habis, dong?"

Kira-kira, Sapi sedang berbohong atau tidak, ya? Apakah Kerbau bisa mendapatkan makanan dari Sapi?


***


Itu tadi adalah lima cerita anak yang bisa dibaca di dalam kumpulan buku serial Dongeng Balita ini. Semua ceritanya ringan dan sangat cocok untuk anak balita, usia pra sekolah. Bahasanya sederhana, penuh dengan gambar berwarna-warni yang pasti disukai oleh anak-anak.

Buku ini tidak hanya bercerita, tetapi juga memberikan pembelajaran kepada anak. Ada tentang empati, pengorbanan, saling membantu, toleransi, bahkan persahabatan lewat sudut pandang anak-anak.

Bukunya berukuran cukup kecil, tidak terlalu tebal, dan hardcover. Ada bonus sticker bernuansa Islami juga lho. Hore!

Overal 5/5



Cheers!
Have a blessed-day!