22 December 2016

Dongeng Balita - Kamu Hebat, Anemon! by Nia Kurniawati, Endang Firdaus, Harianto A. Fauzi



Judul: Dongeng Balita - Kamu Hebat, Anemon! dan Empat Dongeng Asyik Lainnya
Pengarang: Nia Kurniawati, Endang Firdaus, Harianto A. Fauzi
Ilustrator: Mantox, Mariam Sofrina, Masagung Dorojatun
Jenis: Fiksi, Fantasi, Buku Anak
ISBN: 978-979-752-867-6
Penerbit: DAR! Mizan (Mizan Media Utama Group
Tahun Terbit: 2008
Jumlah Halaman: 113++
Harga: Rp. 40.000,00



***


Suasana pagi sangat cerah. Ikan Badut berenang dengan gembira menikmati hangatnya cahaya matahari. Ikan Badut mengajak Ikan Pari bermain-main.

Sementara itu, tak jauh dari Ikan Badut, terlihat Anemon sendirian. Anemon tidak punya teman. Ia ingin sekali mempunyai teman dan bisa bermain bersama.

"Ikan Badut, bolehkan aku ikut bermain?" kata anemon.
"Tidak boleh..." begitu kata ikan badut.

Lho, kenapa?




Kota Molina dilanda banjir. Air asin tak henti-hentinya turun dari pegunungan. Sungai meluap. Penduduk basah kuyup dan berduka.

Lalu, Pak Walikota mengadakan pertemuan. Semua warga dikumpulkan.

"Siapakah di antara kalian yang bisa menghentikan banjir ini?" tanya Pak Walikota. "Siapakah yang mau menyelamatkan kota kita?"

Seorang pengemis mengacungkan tangan.

Kira-kira apa yang akan ditemukan pengemis tersebut di dalam misinya ya? Apalagi setelah dia bertemu dengan Raksasa.



Menyambut datangnya tahun baru, Negeri Hijau selalu mengadakan lomba menyanyi.

Burung Jalak, Kutilang, Kepodang, dan teman-temannya sudah menyiapkan diri sebelumnya. Mereka sangat giat berlatih.

Wah! Bagaimanakah hasil latihan mereka? Apalagi anggota Paduan Suara mereka unik sekali. Ssstt... mereka kedatangan anggota baru.



Musim dingin sebentar lagi datang. Dua ekor tupai, Bas dan Bus, cemas menghadapi itu. "Kita harus segera mendapatkan tempat tinggal," kata Bas. "Ya," timpal Bus. "Tempat tinggal yang hangat dan nyaman."

Keduai tupai itu pun segera mencari tempat tinggal sambil membawa makanan. Di tengah jalan, mereka bertemu seekor katak.

Tidak lama, Bas dan Bus, melakukan sesuatu bersama katak dalam rangka mencari Rumah Istimewa. Apakah itu?



Omin, si Anak Kelelawar, tidak bisa tidur. Beberapa kali ia pindah tempat, tetapi tetap saja matanya susah dipejamkan. Ia merasa posisi tidurnya tidak nyaman.

Omin memerhatikan kelelawar-kelelawar lain. Mereka semua tidur terlelap. Omin iri melihatnya. Lalu, ia melihat ke bawah. Gelap, tidak terlihat apa-apa.

Ada apa ini?


***


Sama seperti Dongeng Balita sebelumnya, buku ini juga dengan format yang sama. Ada lima buah cerita penuh gambar berwarna-warni yang disuguhkan di sini. Bukunya juga hardcover, dilengkapi dengan bonus sticker bernuansa Islami.

Bahasa yang digunakan juga sederhana, ringan, dan cocok untuk anak-anak usia pra-sekolah. Beberapa penulis di sini juga sama dengan penulis sebelumnya. Hanya ada ilustrator yang berbeda dan memberikan nuansa baru bagi ilustrasi yang ada di buku dongeng ini.

Khusus ilustrator yang berbeda dengan di buku sebelumnya, saya sangat suka dengan penggambaran kisah yang dilakukan oleh Mariam Sofrina di kisah Tangisan Raksasa yang narasinya ditulis oleh Endang Firdaus. Nuansanya berbeda sekali dengan ilustrasi-ilustrasi lain di serial Dongeng Balita ini.

Overal 5/5


Cheers!
Have a blessed-day!