09 November 2016

Gantung by Nadia Khan



BLURB

Gibbs, Ray, KJ, dan Troll adalah empat sahabat di sebuah SMA elite di Malaysia. Mereka memiliki satu kode etik; tidak ada yang boleh memiliki pacar tetap, karena itu akan menghancurkan persahabatan mereka. Kalau mau bersenang-senang, silakan. Namun gadis itu harus meeka bagi berempat.

Saat salah satunya melanggar, risiko tindakannya itu sangat fatal, bahkan mematikan....

***

Saya sudah agak lama tidak membaca fiksi Malaysia dan ketika memutuskan untuk membaca lagi, pilihannya jatuh ke buku thriller-horror karya Nadia Khan yang berjudul Gantung ini. 

Gibbs, KJ, Troll, dan Ray merupakan siswa Sekolah Menengah Cemerlang Gemilang Terbilang (SMCGT), yang merupakan sekolah elit di Malaysia. Mereka juga adalah genk elit di sekolah tersebut. Selain itu, ada pula Fara dan Deepa, yang merupakan teman satu angkatan GibbsKJTroll, dan Ray di SMCGT. Sejak awal kedua nama terakhir disebutkan, saya sudah bisa tahu bahwa keberadaan Fara dan Deepa ini akan berperan sangat signifikan di perkembangan cerita yang melibatkan GibbsKJTroll, dan Ray -- dan saya sudah siap dengan kemungkinan paling terburuk dari cerita yang dimaksud.

Tebakan saya ternyata benar.

Selain enam tokoh ini, ada pula tokoh Lisa dan Jeremy, yang juga merupakan siswa di SMCGT. Sejak awal saya merasa aneh dengan kemunculan karakter mereka berdua. Jadi, saya mulai membuat dugaan-dugaan. Apalagi, kemunculan mereka ini selalu diidentikkan dengan hal-hal berbau spooky.

Dugaan saya ternyata benar.

Termasuk ketika kemudian muncul karakter Guru Konseling dan Khalil. Lagi-lagi yang saya bayangkan itu benar.

To be frank, plotnya bisa dibilang biasa. Khas thriller-horror lainnya, in my opinion. Buktinya, saya bisa menebak alur dan plot. Ketika ada tokoh baru yang muncul, setelah pengantar untuk pengenalan tokoh-tokoh utama sudah dipaparkan, saya bisa langsung menebak beberapa poin yang nantinya berpengaruh signifikan ke plot twist


Meskipun demikian, bukan berarti novel ini tidak menarik. Saya suka dengan cara penulisnya memberikan gambaran kehidupan 4 tokoh utama kita; 4 orang remaja SMA, remaja laki-laki dengan segala kehidupan di asrama, di sekolah elit, perilaku rebeldan juga kebebasan serta pengalaman hidup yang mereka cari. Benar-benar kebebasan dalam arti kebebasan bergaul, seks bebas, dan sebangsanya. Dilengkapi dengan beberapa istilah gaul, bahasa slang, yang kekinian di Malaysia. Terlihat jujur dan mengalir apa adanya. 

Dalam arti, hal yang disampaikan oleh Nadia Khan merupakan fenomena yang umum terjadi, bahkan di dalam pergaulan remaja. Baik itu tentang seks dan pergaulan bebas, 
"Dia lagi horny, ya? tanya Ray kepada Gibbs, melihat kelakuan KJ yang benar-benar seperti monyet. Dia lalu menyalakan rokok Peter Stuyvesant Lights-nya.
"Dia kan memang selalu high setelah menyelesaikan 'proyek'-nya," balas Gibbs. Ray mengangguk demikian.
(p. 12

Maupun percakapan mengenai hantu dan hal yang bersifat spooky-horror, serta mitos. 
"Kamu benar-benar percaya tentang hal itu?" tanya Fara ketika Gibbs sedang melahap makanannya.
"Tentang apa?"
"Tabik-tabik datuk-nenek, itu semua..."
Gibbs tersenyum. "Aku besar di desa. Sudah terbiasa. Hal yang sudah menjadi kebiasaan, lama-lama menjadi kepercayaan," jelasnya. 
(p. 72

Benar-benar percakapan antar teman dan pacar atau pasangan di kehidupan sehari-hari, kan? Saya yakin di antara kita masih banyak yang percaya bahwa kalaumau buang air kecil di sembarang tempat, jangan lupa untuk "meminta izin". Jadi, ini bukan hanya hal atau kebiasaan yang khas di Malaysia saja. Halah! 

Isu lainnya yang diangkat, yaitu bullying, juga menempati porsinya yang pas. Bullying memang tidak dibenarkan, tetapi, dia eksis dan jenis bullying yang dihadapi oleh salah satu tokoh di dalam buku ini juga umum terjadi di sekolah. Makanya, kasus serupa memang banyak dialami oleh para siswa di bangku sekolah di dalam kehidupan nyata sehari-hari.

***

Walaupun saya tidak menemukan hal baru, tapi cerita yang mengalir dan narasi yang asyik diikuti, membuat saya betah menyelesaikan buku ini hanya dalam waktu 3 jam dan berakhitrmembuat saya merasa nyess.

Ending-nya masih menyisakan ruang tersendiri bagi saya, bahkan setelah berhari-hari selesai membacanya. Masih ada rasa nyess. Ngilu. Bukan ngilu karena takut atau apa mentang-mentang ini thriller-horror, melainkan sedih cyiin. Saya lemah iman dengan isu seperti yang dialami oleh salah satu yang dialami oleh 4 tokoh utama kita. 3 lainnya, well, takdir. Kalau pada akhirnya si 1 orang ini memilih perilaku seperti itu, saya bisa maklum. Saya jadi teringat salah satu pasien, yang memiliki pengalaman masa lalu serupa, dan perilaku coping yang dia pilih agak mirip dengan tokoh yang saya maksud ini.


***


Meskipun novel ini menyingkap kehidupan remaja, dengan konten seksual yang cukup eksplisit (meskipun tidak vulgar), maka novel ini masuk kategori novel dewasa. Dan Penerbit Haru sudah memberikan label Dewasa di cover bagian belakang, ya. 

Penasaran? Sini sini dibaca. Menurut saya, #MyNovel Gantung ini menarik dibahas karena ada cukup banyak isu yang kalau dibahas pasti seru. Berhubung background saya Psikologi, tentu menarik juga kajian dari segi psikologis para karakternya...

Web-series untuk novel ini juga sudah dalam proses produksi. Dengar-dengar akan segera tayang. Saya belum tahu apakah alurnya akan mengikuti alur di novel, saya juga belum tahu apakah plot akan plek-plekan sama persis. Kalau semuanya sama, berarti, ya gitu... 

Anyway, saya hanya mengenal Randy Pangalila dari sekian banyak aktor dan aktris yang terlibat di dalam web-series. Dia akan berperan sebagai Gibbs; tokoh utama dan sentral dari semua kisah yang bergulir di dalam novel Gantung.


Cheers!

Have a blessed-day!