04 October 2016

Rabbit Nose-in-the-Air by Sergey Mikhalkov

Catatan
  1. Materi  pembahasan buku Rabbit Nose-in-the-Air karya Sergey Mikhalkov di bawah ini pertama kali dipublikasikan pada tanggal 9 Oktober 2014 di Personal Library of Nia F. S. Kartadilaga.
  2. Tidak ada banyak tambahan untuk editan tanggal 2 Oktober 2016 ini.

***





Judul Asli: Rabbit Nose-in-the-Air
Judul Terjemahan: Kelinci yang Sombong
Pengarang: Sergey Mikhalkov
Penerjemah: Lala Herawati Dharma
Ilustrator: E. Rachev
Jenis: Fiksi, Drama Anak
ISBN: 978-602-8023-17-7
Penerbit: Nuansa
Tahun Terbit: 2009
Jumlah Halaman: 104++



BLURB

Kelinci yang Sombong melangkah melewati kaki-kai Pemburu Malang yang sedang tidur, menjulurkan tangannya, merenggut senapan itu dan secepat kilat melarikan diri diikuti oleh Kelinci Penakut. Pemburu Malang itu membalikkan tubuh ke siir yang lain dan mulai mendengkur lebih keras dari sebelumnya.

Anak-anak biasanya menyukai kisah atau cerita binatang (fabel). Dengan fabel, imajinasi anak-anak dapat berkembang, kecerdasannya meningkat seiring dengan peningkatan taraf berpikirnya. Disertai dengan gambar-gambar yang menarik, anak-anak diharapkan dapat menyelami karakter tokoh-tokoh yang ada dalam fabel berbentuk drama dua babak ini.


***



Sergey Mikhalkov (Sergei Mikhalkov) merupakan seorang penyair dan penulis kelahiran tahun 1913 dan meninggal di tahun 2009.

Karya-karyanya, terutama karya tulisannya, banyak berisi tentang cerita binatang (fabel) yang ditulis dengan gaya satir. Tetapi, Mikhalkov lebih terkenal karena dia menulis lagu kebangsaan Rusia (Uni Soviet) dengan tiga versi yang berbeda, demi memuaskan selera tiga orang Presiden Rusia (Uni Soviet) yaitu Josef StalinLeonid Brezhnev, dan Vladimir Putin. Meski demikian, karya yang lebih menyentuh dan menjadi kesuksesan besar bagi Mikhaldiv adalah yang merupakan versi untuk anak-anak karena sangat disukai oleh banyak anak-anak Uni Soviet saat itu.

Sajak karya Mikhalkov biasanya berbentuk sangat sederhana dan mudah untuk dipahami. Makanya, karya Mikhalkov banyak menjadi rujukan di perpustakan-perpustakaan Uni Soviet (termasuk ketika berubah menjadi Rusia) sejak tahun 1930an.

Sajak pertamanya dipublikasikan saat Mikhalkov berusia 15 tahun. Setelah menyelesaikan sekolah -- Mikhalkov berasal dari keluarga aristokrat dan Ayahnya menyadari bakat Mikhalkov sejak masih sangat kecil dan mulai mengirimkan karya Mikhalkov ke media massa untuk dipublikasikan sejak usianya masih 9 tahun, yaitu A Tale of a Bear -- Mikhalkov pernah bekerja sebagai columnist di surat kabar Izvestiya. Sejak saat itu, karya-karyanya semakin banyak beredar dan dipublikasikan di majalah-majalah komunis anak serta jurnal-jurnal umum lainnya.

Selain menulis banyak fabel satir, Mikhalkov juga menulis banyak buku anak, serta menulis banyak naskah drama atau teater. Salah satunya fabel dengan konsep drama di buku ini, Rabbit Nose-in-the-Air.


***


Rabbit Nose-in-the-Air berkisah tentang Kelinci yang Sombong, yang sangat suka membual. Kisah ini awalnya berasal dari cerita rakyat yang banyak beredar di Rusia dulu.

Ada sepuluh tokoh di dalam cerita ini, yaitu:
  1. Pemburu yang Malang
  2. Kelinci yang Sombong
  3. Kelinci Penakut, isteri Kelinci yang Sombong
  4. Papa Kelinci yang Bijak
  5. Mama Kelinci yang Bijak
  6. Anak Kelinci Pertama
  7. Anak Kelinci Kedua
  8. Anak Kelinci Ketiga
  9. Rubah Merah
  10. Serigala Kelabu 

Cerita diawali oleh prolog dari Mikhalkov.

Ini adalah hari yang indah di musim panas, dan tanah terbuka di tengah hutan dengan bukit kecilnya yang berumput itu terasa hangat disinari oleh cahaya matahari. Embut pagi yang menempel pada rerumputan dan di dua pokok jamur kembar beracun -- dengan kelopaknya yang berwarna merah terang dan tumbuh di samping sebuah tunggul kayu tua, di antara lumut-lumut hijau yang tebal -- telah mengering.

Seekor Rubah Merah tampak memasuki tanah lapang itu. Dia duduk dengan bertumpu pada kedua kaki belakangnya dan mendengarkan. Udara dipenuhi suara derik belalang, suara burung-burung penyanyi dengan nada-nada yang berbeda serta suara burung tekukur yang monoton; "Kukukuuur! Kukukuuur! Kukukuuur!"


Rubah Merah

Aku benar-benar sial hari ini. Aku melihat beberapa ekor anak bebek yang lembut, beberapa bebek yang sangat nikmat dan berharap bisa memangsa seekor ayam gemuk yang juga lezat, tapi tidak berani mendekati mereka. Anjing-anjing yang menjaga peternakan itu benar-benar ganas! Sudah dua jam aku duduk di belakang gudang ini, dan semuanya sia-sia! Badanku pun sudah basah karena embun! Mudah-mudahan aku bisa menangkap seekor kelinci atau sesuatu untuk makan malam. (Rubah itu menjilat-jilatkan bibirnya pertanda lapar serta menaikkan kedua telinganya).


Terdengar suara gemerisik dari balik semak-semak itu. Kelinci yang Sombong meloncat masuk ke tanah lapang. Dia melihat Rubah itu dan terdiam kaku karena ketakutan. Karena terkejut, Rubah pun sama-sama tidak bergerak, menatap tajam pada Kelinci yang Sombong. Kelinci itu segera tersadar dan melesat kembali ke tengah semak-semak. Rubah itu mengejarnya, tapi kemudian mengurungkan niatnya dna bersembunyi di balik semak-semak.


Bagaimana nasih Kelinci yang Sombong?

Ada dua babak di dalam cerita ini. Masing-masing dinarasikan dengan sangat sederhana. Jangan membayangkan naskah drama ala Shakespeare, tentu berbeda karena berbeda genre pula.

Bahasa di kisah Rabbit Nose-in-the-Air sangat ringan dan khas anak-anak. Penokohannya juga cukup baik, sesuai dengan nama karakter yang melekat di tiap tokoh. Dilengkapi pula dengan ilustrasi ringan yang sesuai dengan ilustrasi aslinya. Huruf juga ditulis menggunakan font yang besar, jadi tidak terlihat membosankan dan "berat" untuk anak-anak.


Overal 5/5



Cheers!
Have a blessed-day!