20 September 2016

Secretly Married by Forgotten Glimmer



Ini dia buku teranyar dari Penerbit HaruFrankly speaking, tante satu ini amat tidak kekinian perihal Wattpad. Saya berhenti di era Volpen tahun 2012-13 perihal baca cerita yang di-publish di sebuah website (or aplikasi?) untuk dibaca oleh khalayak ramai. Kalau bukan karena rombongan deun Klub Buku Indonesia bahas Wattpad di grup WA, yaa nganu, wassalam deh urusan Wattpad ini hahahaha.

Nah! Berhubung para deun Klub Buku Indonesia sempat sebut soal tulisan di Wattpad yang diterbitkan menjadi buku setelah tulisan tersebut hits di Wattpad, jadi agak penasaran (dikit) untuk baca buku jenis ini. Pilihan pertama saya jatuh ke buku Secretly Married; sekalian ingin tahu #philfict karena saya belum pernah satu kali pun membaca fiksi dari negeri yang konon memiliki fanbase AsNTM terbesar (if you know what I mean, hihihi). Kebetulan juga, beberapa minggu belakangan lagi asal klik link streaming film-film Philippines dengan tema serupa; pernikahan rahasia. Jadi semacam dapat kode untuk memilih buku ini saja untuk dibaca. Eaaak...

Pada intinya, membaca buku ini harus dengan mindset bahwa Secretly Married adalah buku untuk remaja, dengan tokoh-tokoh yang masih SMA a.k.a di bawah umur. Jadi, bayangkan tentang fantasi romance anak SMA itu seperti apa, pola pikir mereka bagaimana, dan pilihan sikap ketika mereka melakukan problem solving kira-kira akan apa saja. Dengan pemikiran seperti ini, terlepas dari bagaimana isi buku ini secara keseluruhan dari kacamata generasi awal zaman seperti saya, ya sudah... Saya memakluminya. Saya tidak pusingkan beberapa poin yang terkesan "apa banget sih?!". Kenapa? Karena kalau mau mengingat masa-masa remaja, dulu, inilah bagian dari "drama" mengenai kehidupan percintaan anak SMA -- dan kita (atau saya?) sudah seharusnya tidak menuntut anak SMA bisa perfect dalam mengatasi masalah mereka. Kita yang sudah dewasa saja belum tentu mampu lebih baik dibanding anak SMA, kok, dalam memilih jalan keluar menghadapi masalah. Hihihi. 

Beberapa adegan mengingatkan saya ketika membaca Fairish karya Esti Kinasih untuk pertama kalinya, sekitar tahun 2003-2004 dulu. Sama. Isinya "drama" anak SMA berikut kisah cinta mereka. Bedanya, kisah cinta di Secretly Married terasa lebih "mature" saja. Ya, gitu... Bayangkan anak SMA sudah harus menikah karena beberapa alasan, tetapi harus merahasiakan pernikahan mereka karena beberapa alasan lainnya. Ditambah adanya gonjang-ganjing penyerta. Kehidupan masa SMA yang sudah penuh gonjang-ganjing inilah yang dihadapi tokoh utama kita; Kent Fuentabella dan Phoebe Bernal-FuentabellaWell, di buku  Secretly Married ini Phoebe harus merahasiakan kalau nama belakangnya sudah berubah.


***

Kent dan Phoebe masih berusia sekitar 17-18 tahun ketika mereka diminta untuk menikah oleh orang tua masing-masing. Ibu dari mereka berdua bersahabat, namun sayangnya sudah sama-sama meninggal dunia. Kent dan Phoebe benar-benar menikah, meski harus melakukan pernikahan di New Hampshire karena mereka menikah di bawah umur. Semenjak menikah, Kent dan Phoebe tinggal satu rumah (beda kamar) dengan ditemani oleh seorang pengasuh sekaligus pelayan rumah tangga. Hanya sesekali Ayah Kent mengunjungi mereka di rumah untuk mengecek dan memastikan hubungan mereka baik-baik saja.

Tetapi, benarkah hubungan Kent dan Phoebe benar baik-baik saja seperti yang sering mereka tunjukkan kepada Ayah Kent? 

Pada dasarnya, Kent dan Phoebe sudah saling kenal sejak mereka kecil. Bagi Kent, Phoebe merupakan bagian dari hidup dia yang berharga juga karena Phoebe adalah sedikit dari orang-orang yang mengenal siapa Kent sejak sebelum Kent menjadi artis muda yang laris manis di pasaran seperti sekarang. Tetapi, pastinya, hubungan mereka juga diwarnai oleh kesalah-pahaman. Ditambah, mereka satu sekolah dan harus merahasiakan hubungan mereka. Ditambah (lagi) ada pihak lain yang ikut masuk di dalam hubungan Kent dan Phoebe, yaitu Elisa dan Harley, yang semakin menambah rumit jalinan hubungan antar mereka. Rumit. Dan mbulet.


***

Seperti halnya kisah serupa di buku lain -- ambil contoh di K-toon Cat and Dog deh, ya... Ramuan untuk plot utama di Secretly Married ini sama saja dengan Cat and Dog. Kebetulan, saya juga baru selesai membaca Cat and Dog sebelum membaca Secretly Married. Di kedua cerita tersebut sama-sama ada pasangan muda yang diam-diam sudah menikah, yang laki-laki adalah artis terkenal sementara yang perempuan orang biasa, dan pastinya ada intrik atau usaha dari perempuan lainnya untuk merebut yang lelaki.

Too common, eh?
Sebentar...

Saya teringat dengan salah satu pasangan yang saya wawancarai untuk skripsi dulu; pasangan ini menikah ketika usia yang lelaki sekitar 14 tahun dan yang perempuan berusia 15 tahun, kawin lari karena terlalu saling menyukai satu sama lainnya -- bukan karena married by accident atau alasan serupa. Saat melakukan kawin lari, yang lelaki masih duduk di bangku SMP dan yang perempuan baru masuk SMA. Persamaan pasangan kawin lari ini dengan Kent dan Phoebe adalah mereka harus menutupi status mereka yang telah menikah, terutama di sekolah. Orang biasa saja, pasangan kawin lari tadi, bisa penuh gonjang-ganjing (dan gunjingan, pastinya) kalau sampai diketahui sudah menikah saat statusnya masih pelajar -- walaupun pernikahannya murni menikah karena saling suka, lho, bukan karena married by accident ataupun perjodohan. Bahkan, sampai anak pertama pasangan tersebut lahir, mereka tetap masih harus merahasiakan pernikahan mereka. Ehe... Maka bayangkan kalau salah satu dari pasangan tersebut -- atau bahkan keduanya -- adalah artis, kira-kira akan jadi seheboh apa? Nah... Inilah sumber utama konflik di Secretly Married; kehebohan itulah yang menurut Kent harus dihindari. Bukan semata-mata untuk kepentingan sendiri, sebagai artis yang sedang naik daun maksudnya, tetapi juga demi Phoebe. Tapi, apakah caranya bisa diterima dan dimaklumi, terutama oleh Phoebe? Itulah salah satu masalah yang juga harus mereka hadapi sebagai pasangan dan juga teman satu sekolah.

***

Secara umum, sebagai bacaan untuk para deun yang masih remaja kinyis-kinyis (apeu...), buku ini agak anu menurut saya. Agak mirip dengan bagaimana saya melihat masalah serupa ada di buku Fangirl, yaitu mengandung konten seksual -- meskipun tidak sebanyak di Fangirl. Bukan jenis konten yang eksplisit anu-anuan menganu itu, tetapi lebih ke "royal" kiss scenes. Jangan ditiru, ya, dek. Apalagi scene antara Kent dan si anu, serta Phoebe dengan si anu lainnya itu. Coba, deh, baca Secretly Married pasti paham si anu  dan si anu lain yang saya maksud barusan siapa saja. Hihi. Kalau Kent dan Phoebe, sih, sudah menikah; menikah resmi dan legalitasnya jelas menurut hukum di New Hampshire, meskipun masih dianggap ilegal bagi hukum di Filipina. Walaupun practically, Kent dan Phoebe terpisah kamar saat ada di rumah, tapi kalau hormon berbicara, ya... nganu. Halah! Hahahaha. Makanya, saya tidak heran kalau untuk konflik selanjutnya, ya, terkait kondisi Phoebe yang anu menjelang akhir cerita itu. Hanya saja, saya tidak suka kalau ke-anuan-nya Phoebe jadi "tempat" bagi penulis untuk membuat karakter Elisa redeemed. Terlalu gampang. 

Elisa sudah membuat Phoebe nganu lho, in case penulisnya lupa... Phoebe dan Kent jadi kehilangan anu yang berharga itu ada andil dari selfish-nya Elisa juga. Eh, malah karakter Elisa tiba-tiba jadi seperti berubah kepribadian gitu. Hal ini yang membuat saya merasa ending menjadi terkesan terburu-buru. Dan malesin-nya lagi, Elisa justru yang "didapuk" jadi seperti malaikat di akhir cerita, sementara Phoebe jadi terkesan yang penuh suudzon

Ooo, please... 

Phoebe menunjukkan sikap seperti itu di menjelang akhir cerita adalah kondisi natural dan wajar ketika kita kehilangan sesuatu -- bukan hal sederhana pula yang dihadapi oleh Phoebe saat itu dan kompleksitasnya mbulet melibatkan orang yang itu-itu lagi itu-itu lagi. Siapa yang tidak akan kesal dan fatigue berhadapan dengan hal seperti ini -- ketika semua masalah dalam hidup kita disebabkan dan melibatkan orang yang terus-terusan sama? Masih bagus Phoebe adalah remaja perempuan yang strong enough, dia cukup tangguh. Mau mencoba untuk mendahulukan kepentingan orang lain dan melihat sisi positif orang lain, meskipun orang lain tetap saja ada yang mencoba bersikap tidak menyenangkan terhadap dirinya setelah dia mencoba melihat sisi positif orang lain seperti ini... Kesabaran, ya, ada batasnya. Dan perlu diingat lagi, bagaimanapun juga Phoebe ini masih remaja dengan pola pikir yang juga remaja. Phoebe juga bukan malaikat. Tapi, mungkin deun remaja memang lebih pemaaf dibanding tante-tante tukang ghibah seperti saya, ya, hahahaha... Mungkin itu yang ingin disampaikan oleh penulisnya juga sehingga dia membuat even karakter seperti Elisa pun, yang ya ampun menganu sekali kelakuan manipulatifnya, tetap bisa memperoleh turning point dalam hidupnya untuk berubah lebih baik. Elisa saja bisa seperti itu untuk berubah lebih baik -- apalagi orang-orang seperti Kent dan Phoebe. Kaliiik ya... Bisa jadi itu yang ingin disampaikan oleh penulisnya. 

Kalau untuk karakter Harley, saya no comment deh. Too typical second male lead. Nggg... Ya, gitu... Bosan. Hihihi. Terlebih karakternya tidak terkesan menunjukkan perubahan yang signifikan. I mean... sejak awal karakter Harley, kan, memang didaulat untuk menjadi white knight. Sampai akhir cerita, ya begitulah karakternya.

***

Judul: Secretly Married
Penulis: Forgotten Glimmer
Bahasa: Indonesia (Terjemahan)
Terbit: September 2016
Penerbit: Haru
Harga: Rp 69.000



Kalau mau jujur... Sebagai buku pertama (yang diterbitkan dari Wattpad) yang saya baca, Secretly Married ini melebihi ekspektasi saya. Saya cukup sakit kepala membaca tulisan Wattpad yang link-nya banyak disebar di grup WA Klub Buku Indonesia. Genre-nya memang bukan genre favorit saya -- semua yang kenal saya juga tahu bahwa ultimate bias saya adalah sastra klasik, hahaha. Walaupun, tetap, saya pembaca semua genre buku atau bacaan. Terjemahan Secretly Married juga apik, khas buku-buku yang diterjemahkan oleh Penerbit Haru dan Penerbit Spring. Fans dari genk penerbit ini pasti paham maksud saya. Hihi. In Haru and Spring we trust! Eaaak~

Cheers!


Have a blessed-day!