23 February 2014

#1Minggu1Cerpen - Aley dan Pangeran Lemy


Shrewalika, 2557.

Kerajaan Shrewalika diserang oleh pasukan dari planet Saturnus. Pasukan dari planet Saturnus dipimpin oleh berwujud besar seperti raksasa dan terlihat banyak sekali cairan lengket di sekujur tubuhnya yang berwarna kehijauan. Raja dan Ratu begitu panik menghadapi serangan mendadak ini. Putra Mahkota bernama Pangeran Lemy segera mengajukan diri untuk memimpin pasukan kerajaan melawan serangan dari pasukan Saturnus. Awalnya Raja menolak, terlebih lagi Ratu yang tidak ingin Pangeran Lemy mengalami celaka dalam menghadapi perang mendadak ini. Tetapi, Pangeran Lemy bersikeras mengajukan diri. Ia beranggapan, dengan cara begini dirinya bisa membaktikan diri kepada Kerajaan yang kelak dipimpin olehnya di masa depan. Selain itu, Pangeran Lemy ingin membantu sosok yang juga dikaguminya selain Raja dan Ratu, yaitu Panglima Perang Zhoy yang sudah seperti Ayah kedua bagi Pangeran Lemy. Panglima  Zhoy adalah sosok yang selama ini mendidik Pangeran Lemy supaya menguasai kemampuan beladiri dan strategi perang.

Perang semakin memanas. Kerajaan Shrewalika mengalami serangan bertubi-tubi dari segala penjuru. Pasukan kerajaan mulai kewalahan. Banyak sekali korban jatuh di pihak mereka. Pengeran Lemy maju ke barisan terdepan bersama Panglima Zhoy. Mereka berdua bersiap untuk segera menghadapi langsung pemimpin pasukan Saturnus yang sudah semakin terlihat mendekat ke arah mereka. Kerajaan semakin terancam. Pangeran Lemy sempat terlihat gentar ketika melihat sosok pemimpin pasukan Saturnus. Panglima Zhoy menguatkan Pangeran Lemy dan meyakinkan dirinya supaya berani menghadapi lawan seperti apapun bentuknya karena semua ini demi keamanan Kerajaan Shrewalika serta keamanan rakyat yang menjadi tanggung jawab pihak kerajaan, dan terutama untuk melindungi Raja sebagai pemimpin negeri mereka.

Pangeran Lemy waspada. Ia mematuhi setiap arahan dari Panglima Zhoy. Pasukan di belakang mereka pun tidak terlihat takut menghadapi musuh, sehingga Pangeran Lemy kembali mendapatkan semangatnya yang tadi sempat menciut.

"SERANG MUSUH KITA!! MAJUUUUU!!!!" teriak Panglima Zhoy memimpin barisan. Pangeran Lemy ikut pula berteriak menyemangati pasukan Kerajaan Shrewalika.

"SERBUUUU!!!"

Sekuat apapun Panglima Zhoy dan Pangeran Lemy berusaha dan setangguh apapun pasukan utama yang ikut mencoba menghalau musuh di barisan terdepan ini, tetap saja pasukan Saturnus bukanlah lawan yang mudah untuk ditaklukkan. Pasukan Kerajaan Shrewalika mengalami krisis!

Dari kejauhan, Pangeran Lemy melihat Panglima Zhoy dalam kondisi terdesak. Tubuh Panglima Zhoy sudah jatuh tersungkur ke tanah sementara di dekatnya ada pemimpin pasukan Saturnus menghunus pedang bercahaya kemerahan ke arah jantung Panglima Zhoy!

"TIDAAAAKK!!" Pangeran Lemy segera berlari ke arah Panglima Zhoy untuk membantunya. Pangeran Lemy menggerakkan senjata pamungkasnya berupa pedang yang bisa secara otomatis mengeluarkan serbuk penghancur tubuh ke arah pemimpin pasukan Saturnus. Sekali tebas, tubuh pemimpin pasukan Saturnus hancur berkeping-keping dan mengeluarkan cairan bening menumpahi tubuh Pangeran Lemy. Sekujur tubuh Pangeran Lemy terlihat begitu lengket dan berlendir.

Tiba-tiba muncul cahaya keemasan dari langit. Pangeran Lemy sampai memejamkan mata karena tidak tahan menghadapi silaunya cahaya tersebut. Kemudian, Pangeran Lemy menjadi sangat lemas dan ia terjatuh pingsan. Bersamaan dengan jatuhnya Pangeran Lemy, kegelapan seketika menyelimuti lokasi perang.

Panglima Zhoy berusaha bangkit dengan sisa tenaga untuk membangunkan Pangeran Lemy. Belum sempat Panglima Zhoy menggapai tubuh Pangeran Lemy, muncul kembali cahaya dari langit. Kali ini berwarna keperakan. Cahaya tersebut menarik tubuh Pangeran Lemy ke atas, seperti magnet yang menghisap tubuh pangeran Lemy.

Cahaya keperakan menghilang dan kegelapan juga menghilang. Tetapi, Pangeran Lemy ikut menghilang pula!


***



Bandung, 2014.

Aley membuka mata. Rupanya ia tertidur di meja kamar saat sedang menyelesaikan tugas membuat wrapping paper.

"Uh!" Aley berteriak spontan saat melihat tangannya dipenuhi lem cair yang tertumpah dari tube. Aley merasa jijik dan segera berlari ke kamar mandi untuk membersihkan tangannya.

Saat sedang asyik membasuh tangannya, Aley kembali teringat dengan mimpi yang baru dialaminya. "Mimpi apa ya tadi? Aneh. Pangeran Lemy itu siapa?" batin Aley.

"Eh, tapi Pangeran Lemy tadi ganteng juga hehehe..." Aley langsung sumringah membayangkan sosok Pangeran Lemy di mimpinya tersebut.

"Aley!" Mama berteriak memanggil dari ruang tamu.
"Ya, Ma. Sebentar."

"Sini ke ruang tamu, ada yang mau Mama kenalkan ke kamu."

Aley segera bergegas ke ruang tamu dan saat matanya bertatapan dengan sosok laki-laki di depannya, Aley berteriak spontan, "PANGERAN LEMY?!"

"Kok, kamu tahu namaku Lemy? Eh, tapi aku bukan pangeran hehe. Halo..." Lemy mengulurkan tangannya ke Aley.

"Lemy ini tadi membantu Mama di jalan, Ley. Mobil Mama tiba-tiba mogok. Untung ada Lemy yang membantu Mama. Makanya sekalian Mama ajak ke rumah untuk makan siang bareng kita. Bi Imah sudah menyiapkan makan siang kan, Ley? Yuk Lemy, ikut makan..."

Aley sama sekali menghiraukan Mama. Ia tidak mengingat Mama bicara apa saja. Pikirannya melayang, bagaimana mungkin sosok Pangeran Lemy di mimpinya barusan bisa tiba-tiba hadir di kehidupan nyatanya saat ini? 

Aley tersenyum kikuk ke arah Lemy dan Lemy hanya membalas dengan senyuman samar.


***




Aley. Maksudku, Putri Aley. Kamu yang selama ini aku cari. Takdirku untuk akhirnya bertemu denganmu setelah berulang kali percobaanku untuk hadir di dimensi waktu ini gagal. Terima kasih karena telah mengenaliku.

Memang benar, aku adalah Pangeran Lemy. Aku hadir ke dimensi waktu di masa kau hidup karena khusus mencarimu. Kami membutuhkanmu Aley. Hanya kau yang dapat menyelamatkan Kerajaan Shrewalika dari serangan pasukan Saturnus. 

Menurut kisah di kitab Shrewalunggung, kitab yang telah berusia lebih dari empat abad, satu-satunya penyelamat Kerajaan Shrewalika adalah Putri Aley -- seorang Putri yang selama ini hanya dianggap mitos dan tidak diketahui keberadaannya. Konon, Putri Aley berasal dari Kerajaan Langit. Kerajaan Shrewalika membutuhkan kekuatan dan kesucian Putri Aley untuk mengalahkan kejahatan dari pasukan Saturnus.

Tolong kami, Putri Aley.

"Hei..."
"Oh, hai Aley. Maaf..."
"Kamu melamun ya?"
"Iya, maaf. Ada apa, Ley?" Lemy menjadi serba salah.

"Enggak ada apa-apa sih, hehe. Habisnya dari sejak makan tadi kamu malah melamun. Aku kan jadi bingung mau ajak ngobrol tentang apa ke kamu. Eh iya. Kamu percaya takdir, Lemy?"

Pertanyaan Aley membuat Lemy tergagap, "Per... ca... ya... Kenapa?"
"Ah kamu kayak ga yakin gitu hahaha"

"Serius, Ley, aku percaya kok..." jawab Lemy berusaha meyakinkan.

"Soalnya, tadi sebelum kamu datang, aku tuh sempat ketiduran dan mimpi tentang kamu. Pangeran Lemy dari kerajaan Shrewalika. Aneh ya hahaha. Ini ajaib. Pasti takdir dan ada maksudnya deh. Iya gak?"

Aley, bagaimana caranya menjelaskan kepadamu?


***

Cheers!
Have a blessed-day!















#1Minggu1Cerpen merupakan project pribadi saya, yang dimulai pada bulan Februari 2014. Ini adalah cerita keempat di program ini.