25 March 2014

Ode untuk Leopold von Sacher-Masoch by Dinar Rahayu



Judul: Ode untuk Leopold von Sacher-Masoch
Pengarang: Dinar Rahayu
Jenis: Novel, Fiksi
ISBN: 979-419-291-0
Penerbit: Pustaka Jaya
Tahun Terbit: 2002 (Cetakan Pertama)
Jumlah Halaman: 148++
Harga: Rp 30.000,00 - Rp 40.000,00 (Harga beli sekarang di Lawang Buku)


***


BLURB

Dinar.

Aku adalah Dinar, salah seorang pelayan Odin, salah seorang Valkyrie. Aku menyuguhkan bir dan hidromel untuknya. Seperti saudari Svava dan Brunhilda, menentukan siapa yang menang perang, siapa yang terbantai, satu-satunya tiket untuk masuk ke pesta Odin.

Aku melayani mereka, dan malam itu aku punya rencana untuk prajurit tinggi besar ini.

"Dinar itu bukan nama Skandinavia."

(Tapi bukankah Thor, putra Odin, pun kadang dipanggil Donar? Protesku tak sampai keluar dari mulutku. Lagipula Odin adalah dewa yang mau berkorban untuk sesuatu yang diinginkannya. Ia menyerahkan sebelah matanya kepada raksasa Mimir supaya diizinkan meminum mata air pengetahuan, seperti Ganesha yang memberikan sebelah gadingnya untuk ilmu pengetahuan, dan Odin pun selalu menghargaiku untuk usaha yang kulakukan).

***


Awal membaca blurb dan judul di atas, hal pertama yang terlintas di pikiran saya "Wah! Nama tokoh dan pengarangnya sama. Jangan-jangan....?"

"Eh, masa sih? Masa sih?"

Kurang lebih begitu yang saya alami.

Halah~

Baru kemudian saya berpikir, apa ya pesan tersirat yang ingin disampaikan oleh penulisnya?

Sebelum saya memulai pembahasan tentang buku Ode untuk Leopold von Sacher-Masoch karya Dinar Rayahu ini, ada beberapa disclaimer yang harus saya beritahu.


Kata Kunci
BDSM, trans gender, trans sexual, incest, rape issue, MILF, mitologi Yunani dan Skandinavia.

Dari kata kunci tersebut, berarti ada special alert.

Beware!

Pembahasan di buku ini mengandung konten seksual yang eksplisit, rate 18++

Ada beberapa khossip khusus terkait dengan buku ini, yaitu:

  1. Penulisnya, seorang wanita, dipecat dari posisi sebagai guru di sebuah sekolah di Bandung
  2. Karya ini, merupakan satu-satunya karya berbentuk novel yang dihasilkan oleh si penulis. Beberapa tulisan lainnya konon ada di beberapa buku antologi bersama penulis wanita yang saat ini punya nama sangat baik di dunia kepenulisan Indonesia, salah satunya Dee. Tetapi, saya belum pernah membaca langsung buku-buku yang dimaksud.
  3. Karya ini sempat disejajarkan dengan karya sastra wangi lainnya, seperti karya Ayu Utami dan Djenar Maesa Ayu, bahkan dianggap lebih "berlendir". Well hey! Apakah membaca buku so-called-sastra wangi harus selama mengasosiasikannya dengan "sastra lendir". Sayang sekali kalau kalian berpandangan seperti itu, jadi tidak bisa mengulik lebih jauh isu-isu yang disampaikan oleh penulisnya mehehe~


***

SPOILER!!!


BAB I

Cordum pulsum tangite;
Quod per sortem
Sternit fortem,
Mecum omnes plangite!

Renggutlah dawai yang bergetar itu;
Sebab takdir
Menjatuhkan manusia,
Kuajak kau semua menangis bersamaku!


Fokus cerita di Bab I ini mengenai karakter Aku, yang secara implisit dinyatakan sebagai seorang trans gender atau trans sexual.


Vagina buatan milikku itu memang harus dilubrikasi secara manual walau aku sudah terangsang.

Begitulah, dokter mengkastrasi penisku, lalu membuat sayatan vertikal sampai daerah kerampang, membentuk selongsong dan mencangkokkan kulit dari atas pahaku -- yang kemudian kuketahui bisa juga diambil dari potongan usus sehingga bisa melubrikasi sendiri, terangsang ataupun tidak. Sisa kulit zakarku jadi labia, diikuti perubahan total dari wajah hingga dadaku. Jakunku dibabat supaya suaraku jadi lebih halus, dan karena dokter mengoleskan steroid di atas luka sayatan, maka bekasnya pun kini tidak terlalu jelas terlihat. Cukup dengan satu usapan penyamar noda leherku sudah mulus lagi.


(Contoh narasi yang menjelaskan tentang isu trans gender / trans sexual).


Ada tokoh bernama Dia, pasangan si Aku tadi, yang secara implisit digambarkan sebagai seorang masochist.


Lalu, ia bilang bahwa ia akan senang jika aku menyakitinya. Aku menjewer telinganya. Ia cukup menghormati usahaku, tapi tidak sesenang yang diinginkannya sebelum akhirnya bola lampu ide di benakku menyala.

... Aku baru ingat apa yang biasa dilakukan guru di sekolah dasar; memeriksa kebersihan kuku jari, dan itu pula yang kusuruh. Kesepuluh jarinya ditaruh di atas permukaan meja. Sementara itu aku menyalakan lilin itu di atas jari-jarinya. Ia meringis, tapi kelihatan sangat bahagia. Aku menyuruhnya berdiri di sudut, menghadap ke tembok, sementara aku mencambuki pantat, paha, dan betisnya berulang-ulang hingga garis-garis bekas sabuk itu membuat badannya menjadi seperti kuda sebra merah. Ia mengerang keenakan, kelihatannya ia mencapai orgasme. Tapi harus kuakui bahwa aku capai juga melecutkan sabuk itu ke badannya.


(Contoh narasi yang menjelaskan tentang isu BDSM, terutama masochism).

*

BAB II

Ave formossima, virgo gloriosa.

Sambutlah yang tercantik, perawan agung.


Di Bab II ini akhirnya diketahui bahwa tokoh Aku tadi bernama Dinar. Ia menganggap dirinya sebagai reinkarnasi pelayan Odin, salah seorang Valkyrie.

Apa itu Valkyrie?

Jawabannya ada di setiap narasi yang penulis berikan di bab ini. Kita seperti diajak kembali ke masa Skandinavia, di mana Odin, Apollo, dan para Valkyrie eksis.


Dinar, sang tokoh, adalah yang memilih Apollo sebagai pasangan, setelah Apollo turun takhta menjadi budak. Sebelumnya, Dinar sang Valkyrie, seorang yang diakui dirinya sendiri sebagai wanita cantik, ditolak oleh prajurit laki-laki yang memilih bercinta dengan prajurit laki-laki lainnya.

Uh oh!

Ketahuan deh ya. Prajurit yang menolak Dinar sang Valkyrie ternyata seorang homoseksual.

Ah ya, sebelum saya lanjut bercerita, saya ingatkan lagi ya. Di sini, tokoh Dinar sedang menghayati dirinya sebagai reinkarnasi dari Valkyrie, prajurit wanita cantik yang merupakan anak buah Odin sang Dewa tertinggi di Skandinavia.

Ah, lagi! Sebelum saya larut di kisah ini, saya ingatkan juga bahwa pasangan Dinar di masa sekarang, si Dia itu, adalah reinkarnasi dari Apollo!

Nah...

Ditolak oleh prajurit homoseksual itu bagi Dinar tak mengapa. Dinar yang cantik merasa semakin cantik berkat perlakukan penuh cinta yang diberikan Apollo terhadap dirinya.

Dinar juga tak bermasalah jika ia dianggap agama neraka. Masih mendinglah ada tempat kembali, begitu katanya. Itu artinya, Dinar akan sempat ke akhirat. Bagaimana kalau tidak? Hanya reinkarnasi berikutnya? Enak kalau mati langsung ke akhirat, ke surga atau ke pintu sebelahnya, paling tidak ada alamat yang tetap. Tapi bagaimana kalau bereinkarnasi menjadi ubi jalar, menjadi ubi Cilembu yang menggantung dan bertumpuk di sepanjang jalan Purwakarta, dipanggang, atau malah dijadikan alat onani?


*

BAB III

Apollo.

Apollo -- anak Leto, yang konon merupakan selingkuhan Zeus. Sehingga saat Leto sedang hamil, tak seorang pun bersedia menerima Leto karena semua takut dengan kemarahan Hera!

Leto sampai harus melalui proses persalinan sendiri di sebuah pulau kecil yang gersang dan tandus dengan batu cadas, pulau tak bertuan yang hanyut mengapung di antara air laut Aegea.

Dua pasang mata terbuka, menerima cahaya pertama yang sampai kepadanya. Leto tersenyum, hari baru dimulai baginya dan bagi kedua keturunannya. Siapapun yang berani menyentuhnya, harus berani menerima kemarahannya. Rasanya kekuatannya pulih kembali. Kekuatan Titan yang diwarisi dari tetesan darah Ibu Gea, Dewi Bumi.

Dewa dan Dewi baru telah lahir di pulau gersang tadi. Pulau yang mendapat nama baru; Delos. Berlian, karena darinya terpancar sinar yang mengalahkan matahari sendiri, karena darinya lahir Apollo dan Artemis.

Tapi nasib Apollo di kemudian hari berakhir menjadi budak, yang lalu dibeli oleh seorang Valkyrie, yaitu Dinar.


*

BAB IV

Hari-hari Apollo dan Dinar dimulai. Dari sekedar hubungan antara budak dan majikan, berubah menjadi hubungan cinta. Membuat Dinar menyerah untuk menjadi Valkyrie.


Aku ingin berhenti menyelia prajurit-prajurit yang disiapkan Odin untuk Ragnarok nanti sehingga kutawarkan badanku untuk disetubuhi seorang prajurit, sehingga keperkasaanku, kewaskitaanku sebagai Valkyrie, hilang, dan aku bisa tinggal di bumi dan mengikuti semua yang dialami oleh mortal. Tapi ia menolakku karena ia tak berahi kepada perempuan. Kini setelah aku memilih untuk mengurus kuda-kuda saudariku dengan dibantu oleh budak yang dibeli Odin, aku mendapatkan yang kuinginkan; hilangnya keperawananku sehingga aku bisa memulai hidupku yang baru.


*

BAB V

Nyanyian Antilop

Ini kisah Jonggi, seorang mahasiswa.

Awalnya, ia memulai semuanya setelah menjadi bahan eksperimen Bu Kartika. Kemudian, ia melakukannya bersama Pak Cundoko. Keduanya membuat Jonggi melakukan hubungan seksual jenis baru, yang membuatnya mengalami siksaan, tak berdaya, dan melakukan apapun yang mereka mau.


*


BAB VI

Sum presentialiter absens in remota...

Aku ada di dekatmu biar kau jauh di sana...


Jonggi dituduh memperkosa Cucu, kelas 3 SD, anak perempuan yang les kepadanya. Jonggi disiksa, kemudian dipenjara.

Ah, ternyata Jonggi ini aslinya merupakan anak bungsu dari keluarga terpandang, yang kabur dari rumah. Andre, kakaknya, pernah menyiksa Jonggi kecil, salah satunya karena Jonggi pernah mengintip hubungan Andre dengan Farhan -- ajudan keluarga mereka. Selama ini, Andre tetap mengawasi Jonggi walaupun Jonggi telah kabur dari rumah, termasuk mengetahui aktivitas Jonggi yang berhubungan dengan isteri-isteri kesepian.

Karena tuduhan perkosaan yang dialamatkan kepada Jonggi dan menyebabkan Jonggi sempat dipenjara, kini Andre membawa Jonggi pulang kembali ke rumah.


*

BAB VII

And God Creates Woman.


Ini kisah Jonggi ketika ia dan orangtuanya pernah tinggal di Krakow, ketika Ayahnya menjadi seorang Diplomat di sana.

Suatu hari, Ayah Jonggi meminta Jonggi untuk menemani 15 penari dan 5 pendamping dari Indonesia, yang sedang ke Krakow. Keputusan yang berakhir bencana bagi hidup Jonggi. Ia diperkosa oleh mereka!


Ada yang bilang, kalau perempuan diperkosa, ia tak berdosa.Tapi kalau laki-laki yang diperkosa, ia tetap berdosa.


Jonggi. Kisahmu ini, ah, saya tak tahu harus berkata apa.

Kau mulai mencari pelampiasan hubungan seksual lainnya, sebagai efek samping dari perkosaan yang kau alami. Begitu, pikir saya, saat membaca bab ini.


Itu dulu.

Sekarang, ketika Jonggi kembali ke rumah, mimpi buruk terbaru ternyata menghampirinya!

Belum juga Jonggi lepas dari semua luka yang ia derita sepanjang hidupnya, Andre -- yang sedang ditinggal Farhan ke luar kota -- menyiksa Jonggi. Andre melempar Jonggi ke tempat tidur dalam keadaan tengkurap. Ia mengeluarkan borgol dari dalam saku celananya.

Aaaakk!!!


.... Jonggi membenamkan wajahnya dalam-dalam ke kasur sementara Andre mengangkang menduduki punggungnya dan mulai melepas celananya sendiri.


*


BAB VIII

Statu variabilis.


Selamat atas kelahiran putera pertama Anda! Putera. Ah, Loki! Aku berteriak keras...

Rupanya, ia masuk ketika Odin membacakan mantera untuk kelahiranku kembali...

... Bayi itu aku, Dinar, Valkyrie utusan Odin.

... Akhirnya para dewa menyadari kesalahan mereka telah menciptakan makhluk yang kekuatannya menyaingi mereka. Mereka membelahnya sama persis, tiap potongan akan saling mencari karena mereka tahu mereka makhluk yang tak lengkap...



Berikutnya, aku tak ingat lagi, gelap, seperti ketika aku terbaring telanjang di atas meja operasi; memulai kehidupanku sebagai perempuan dengan anatomi yang tak jelas, tidak seperti sebelumnya.


... Kalau seorang perempuan berjins biru, berkaos dan bersepatu kets, tidak berdandan lalu menyandang ransel, maka orang menyebutmu tomboy. Sedangkan aku yang senang memakai rok dan menganggap tonjolan di selangkanganku adalah pengganggu gerakanku ketika berjalan, dan mencoba berdandan, yang kudapatkan adalah airmata dan pukulan.


*

BAB IX

Fortuna imperatrix mundi

est affectus, et defectus, semper in angaria

ditaklukkan, dibebani, selamanya menjadi budak



Ia menceritakan hubungannya dengan seorang trans seksual yang berdelusi menyangka dirinya reinkarnasi dari seorang Valkyrie di kota lain, yang menyelinap meninggalkannya karena punya misi lain.

Baginya, Kartika adalah segalanya. Ia adalah Fanny Pistor alias Baroness Bogdanoff yang menandatangani kontrak dengan Sacher-Masoch untuk memperbudaknya.


***


Oke.

Dalam novel ini ada seorang trans seksual yang merasa dirinya adalah penjelmaan seorang Valkyrie, yang telah menyerahkan virginitasnya kepada Apollo. Ia berhubungan dengan lelaki yang memiliki kecenderungan sadisme. Ia juga bergaul dengan lelaki yang memiliki kecenderungan masokis, yang pada masa kecilnya pernah diperkosa oleh beberapa orang -- termasuk oleh kakak kandungnya sendiri -- dan si lelaki ini pun berhubungan dengan perempuan lain yang menganggap bahwa lelaki tak lebih daripada semacam hidangan.


Prokprokprok!!!


Reinkarnasi. Checked.
Delusi. Checked.
Sexual abuse yang menghasilkan post traumatic syndrome. Checked.

Isu-isu yang pada dasarnya sangat saya perhatikan selama beberapa tahun belakangan ini.


Ada 9 bab dan di tiap bab ada isu tersendiri. Coba saya simpulkan per bab ya.

  1. trans sexual
  2. trans sexual, homosexual. Ini mengerucut ke isu LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual, Transgender)
  3. fokus di Mitologi Skandinavia dan berbaur juga dengan mitologi Yunani Kuno
  4. sexual behavior, masuk ke ranah yang common behavior
  5. sexual sadism, sexual masochims. Ini mengerucut ke isu BDSM (Bondage, Discipline, Sadism, Masochism)
  6. pedophilic, sexual sadism, sexual masochism. Ini mengerucut ke isu Paraphilia Disorder dan BDSM.
  7. sexual abuse (termasuk juga child sexual abuse), sexual masochism, incest, homosexual. Ini mengerucut ke isu domestic abuse karena dilakukan di dalam ranah keluarga (kakak ke adik), BDSM, LGBT
  8. transexual, gender dysphoria
  9. BDSM


Buanyaaaak~


Secara garis besar, setidaknya ada 4 isu utama di dalam novel ini, yaitu:

  1. LGBT, terutama homoseksual dan transeksual/transgender, serta gender dysphoria
  2. BDSM
  3. Paraphilia Disorder, terutama pedophilic
  4. Domestic abuse, spesifik di isu incest



***


Ode untuk Leopold von Sacher-Masoch mengolah tema seputar masokisme dan perilaku trans seksual dalam semacam wadah mitologis, khususnya yang digali dari mitologi Skandinavia. Begitu bunyi "jualan pertama" dari buku ini.

Wih!

Pasti seru, batin saya. Dulu.

Novel ini merupakan novel karya Dinar Rahayu Pujiastuti yang pertama dan penuh dengan kontroversi. Saya tahu pertama kali sekitar 11 tahun yang lalu, bermodal meminjam dari buku orang lain. Pertama kali membaca, dengan keluguan norak ala Nia yang masih remaja, rasanya sungguh mengerikan membacanya. Saya jadi memaklumi jika memang banyak yang menolak untuk membaca buku ini karena memang banyak sekali konten seksual yang dijabarkan secara eksplisit.

Coba buka website Goodreads dan cari komentar dari orang-orang yang sudah membaca buku ini. Temukan jawaban kenapa saya memaklumi jika banyak yang mengaku risih saat membaca buku Dinar Rahayu ini.

Seingat saya, dari sekitar 45 review yang masuk, hanya ada 4 orang yang memberikan komentar positif. Sisanya cenderung memberikan komentar negatif dan terkesan menyudutkan. Rating rata-rata yang diberikan hanya 1,5/5. Bahkan, seorang Helvy Tiana Rosa yang mengaku ikut membacanya, memberikan komentar yang cenderung terkesan semakin menyudutkan. Bagi Helvy, buku ini cukup diberikan penghargaan sebesar 1/5.

Saat membacanya lagi untuk kedua kalinya, berikut dengan kajian selanjutnya, terutama setelah saya semakin bergelut di isu-isu terkait Psikologi, buku ini bagi saya menjadi menarik sekali. Banyak sekali isu yang saya concern sekali. Ada isu LGBT, BDSM, dan paling penting ada MITOLOGI! Ini cukup menjadi alasan bagi saya membaca ulang lagi dan lagi. Bagi saya, buku ini, karya Dinar ini, bukan sekedar berisi tentang "lendir". Label yang di kemudian hari membuat saya berpikir bahwa ini label yang jahat juga.

Ada alasan kenapa perilaku yang ditampilkan oleh setiap tokoh bisa muncul. Tokoh Dinar, misalnya, memang muncul dan real. Kasus seperti yang dialami Jonggi, faktanya juga beberapa kali saya temui ketika berhadapan dengan beberapa kenalan. Isu-isu lainnya yang ada di buku ini pun pernah saya temui ketika berhadapan dengan kasus-kasus di Lapas, panti sosial, bahkan di beberapa klien yang saya hadapi.

Selain itu...

Trans seksual eksis dari entah puluhan, ratusan, atau ribuan tahun yang lalu. Video berisi proses operasi yang dilakukan oleh para trans seksual juga pernah dikaji di salah satu mata kuliah semasa S1 dulu. Masokisme? Beberapa kenalan saya menunjukkan perilaku ke arah sexual masochism.

Jadi, tidak elok rasanya jika kita terlalu menganggap isu-isu di buku ini bukan hal yang pantas dibahas. Ini bukan sebuah tabu, yang akhirnya membatasi kita untuk menggali isu secara lebih luas dan mendalam. Jika ini kita lakukan, yang ada justru membawa kesan bahwa kita meniadakan sebuah realita kehidupan, yang wujudnya nyata dan bukan fiksi.


***


Novel ini merupakan novel dewasa. Sudah selayaknya hanya bebas dibaca oleh orang yang berusia di atas 18 tahun. Pilihan untuk membaca, dibebaskan kepada diri kita sendiri. Keputusan akhir ada di tangan kita, mau membaca buku ini atau tidak.

Saya sendiri akan tetap memilih membaca buku ini.

Semua narasi dibuat mengalir dan saya, sebagai pembaca, diajak menyimpulkan sendiri maksud dari setiap narasi yang diberikan tersebut. Bukan didiktekan, inilah yang saya alami dan menjadi poin utama saya untuk menilai novel ini sebagai novel yang baik -- terlepas dari segala konten yang mungkin lebih banyak dianggap tidak baik karena (bagi sebagian besar komentatornya) berwujud terlalu vulgar itu.

Selain itu, ada twist yang menarik.

Clue:
Dinar dan Jonggi.

Kurang apalagi bagi saya?
Nyaris tidak ada.

Minus 1 poin saja. Sebagai penggemar mitologi, saya merasa adaptasi kisah dari mitologi Skandinavia dan Yunani Kuno yang ditampilkan di sini kurang panjang. Itu saja, hahahaha.



Rating 4/5 dari saya!

Cheers!


















#PsyTalk merupakan pembahasan, terkait apa saja yang  pernah saya bahas di dalam grup whatsapp KBI, baik yang terkait dengan rubrik mingguan bertema Psikologi yang saya moderasi setiap Jumat malam maupun di luar pembahasan itu. Bukan tidak mungkin, terkait juga dengan pembahasan di grup lainnya atau bahkan di pembahasan personal saya dengan beberapa teman di luar grup manapun. Pembahasan yang bersifat online maupun offline.

Khusus kali ini, materi #PsyTalk digabung dengan book review yang terkait dengan tema pembahasan.