31 March 2014

An Honest Thief by Fyodor Dostoevsky




Judul: An Honest Thief - Maling yang Jujur
Pengarang: Fyodor Dostoevsky
Jenis: Novel, Fiksi
ISBN: 979-9481-65-1
Penerbit: Golden Books, Kuala Lumpur / Terjemahan oleh Nuansa Klasik
Tahun Terbit: 1995 / 2004
Jumlah Halaman: 100


Maling yang Jujur berkisah tentang orang miskin, yang tidak memiliki harta apapun selain pakaian yang melekat di badannya. Ia juga tidak memiliki kemampuan untuk bekerja. Hidupnya hanya diisi dengan meratapi kemiskinannya dengan cara minum-minum dan mabuk. Setiap hari dilaluinya seperti itu.

Ketika diarahkan untuk melakukan ini dan itu, ia hanya dapat mengatakan, "Aku bisa apa?" atau "Pekerjaan seperti apa yang bisa dilakukan oleh orang sepertiku?". Selalu melakukan excuse seperti itu.

Suatu hari, dia maling celana pesanan yang baru dijahit oleh orang yang selama ini bersedia "memungut" dia dan mengajaknya tinggal bersama. Awalnya, laki-laki ini tidak mau mengaku dan akhirnya hubungannya dengan orang yang telah berbaik hati mengajaknya tinggal bersama ini pun menjadi renggang. Sebenarnya, orang yang mengajaknya tinggal bersama ini sangat baik, ia berusaha untuk berbaik sangka dan tidak mau menuduh tanpa bukti. Tetapi, maling ini memilih pergi dari rumah tersebut.

Hingga tiba-tiba, laki-laki ini kembali ke rumah yang sempat ia tumpangi dalam keadaan kotor, membiru, dan kurus. Rupanya dia sekarat. Di saat sekarat inilah baru dia meminta maaf karena sudah mengambil celana dan menjualnya.


***




Kisah An Honest Thief, atau yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Maling yang Jujur ini hanyalah satu dari tiga cerita karya Dostoevsky yang ada di dalam buku ini.

Ide-ide di dalam setiap karya Dostoevsky bisa dikatakan sederhana sekali. Simple dan tidak rumit. Ide-idenya dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari kita. Tetapi, Dostoevsky mengangkat dari sudut pandang eksistensialisme para tokohnya. Bagaimana para tokoh ini memandang diri mereka dan keberfungsian diri mereka sendiri. Kebanyakan karya Dostoevsky pun berbentuk cerita pendek.




Jalan hidup Dostoevsky, jika dibandingkan dengan penulis Indonesia, mungkin serupa dengan kisah Pramoedya Ananta Toer. Mereka berdua sama-sama pernah dipenjara oleh penguasa negeri. Bedanya, karya Pram lebih ke sosial-budaya, sementara Dostoevsky mengangkat isu sosial juga tetapi lebih ke arah eksistensialisme tadi.

Contoh eksistensialisme Dostoevsky di dalam karya lainnya yaitu ketika ia bercerita tentang seorang PNS yang hidupnya sangat sederhana dan PNS ini dipuji di tengah situasi dirinya yang sebenarnya tertindas.


***

Secara umum, terjemahan buku ini cukup baik. Ada beberapa bagian yang terkesan bertele-tele, tetapi memang seperti itulah ciri khas Dostoevsky dalam berkisah. Selain itu, saya anggap acceptable juga karena beberapa bagian yang saya maksud itu adalah narasi ketika Dostoevsky menceritakan tentang kisah seseorang yang sedang bercerita ke orang lain mengenai kisah si maling yang jujur tadi.

Paling tidak, sedikit kekurangan ini jauh lebih dapat saya terima dibandingkan ketika membaca terjemahan About Love karya Anton Chekov.

Kekurangan lainnya, well, karena buku ini saya anggap terlalu tipis hahaha.

Overall 4/5


Cheers!
Have a blessed-day!