12 June 2012

[THOUGHTS] All About Storyteller Chapter 3


Anak adalah seorang pengingat dan pembelajar yang sangat baik dan sangat cepat. Membiasakan anak untuk bercerita sama artinya dengan membiasakan anak untuk belajar.

Setiap bertemu dengan anak-anak, saya selalu meminta mereka untuk bercerita tentang aktivitas mereka terlebih dahulu, apapun itu. Baru setelah itu fokus di kegiatan saat ini.

Membiasakan anak bercerita juga berarti melatih anak untuk bersuara dan berpendapat. Sementara, di saat yang sama, kita berlatih uuntuk lebih peka terhadap dunia mereka.

Terkadang orang dewasa itu seperti "sotoy", merasa mengetahui tentang dunia anak, tetapi sebenarnya tidak mengetahui apapun. Nah, melalui kegiatan bercerita inilah kita belajar tentang mereka.

Analoginya seperti ini. Kita kerap merasa selalu "tahu" apa yang ada di pikiran/perasaan seseorang, tapi sebenarnya kita "tidak tahu" apapun. Atau bisa jadi, kita hanya "tahu sedikit". Jadi tetap saja kita sebenarnya tidak mengetahui full tentang mereka, tetapi merasa mengetahui semuanya. Begitulah yang terkadang terjadi pada kita saat berhadapan dengan anak-anak.

Salah satu contoh baik bagi perkembangan anak melalui media bercerita adalah kisah Totochan. Bagi saya, sekolah Totochan tidak menuntut anak untuk menjadi "pintar secara akademis". Tetapi melatih anak untuk tough supaya siap menghadapi dunia ketika anak bertumbuh menjadi dewasa.

===


Note
  • Dipublikasikan pertama kali di twitter saya pada tanggal 11 Juni 2012 dan dimediasi oleh Indonesia Bercerita melalui tagar #EduStory.
  • Disusun per chapter di akun Goodreads saya.

Cupsmuach! *ketjups Takita*
Have a blessed day!