21 May 2012

[THOUGHTS] Random Notes - Book II

Masih membahas mengenai random notes. Kali ini dari buku kedua. Untuk buku pertama, ceritanya ada di sini.

Untuk buku kedua dan ketiga, buku-bukunya dibelikan oleh si mantan. Well, masih mantan yang sama dengan di cerita sebelumnya yaa, haha. Hubungan saya sama dia termasuk yang paling panjang  umurnya dari semua hubungan saya dengan laki-laki selama ini. Jadi memang lebih banyak kenangan yang tertinggal dari hubungan itu, termasuk di antaranya tertulis di buku-buku yang berisi random notes ini. Seperti yang saya tulis di catatan untuk buku pertama, tidak semua hal di buku-buku saya ini berhubungan sama si mantan yaah. Ada juga pikiran atau perasaan terkait dengan para lelaki sebelumnya dan ada juga yang terkait dengan kerisauan hati saya saat itu, hehe.

Tuukaan. Dengan hanya mengingat yang manis, lucu, dan menggemaskan saja maka saya bisa tertawa manis, lucu, dan menggemaskan juga saat membaca kembali tulisan-tulisan ini, hihi. Ingatan yang horror-horrornya tidak perlu dipertahankan, nanti dia akan terus menghantui kita seumur hidup. Wuidiii, males banget kan yaaa? Haha.

Saat membaca buku kedua ini, saya bisa tertawa sangat lepas ketika membaca halaman-halaman awalnya. Di situ ada catatan khusus dari si mantan sebelum memberikan buku kedua dan ketiga kepada saya. Saya lupa detail momen saat itu seperti apa, yang jelas isi tulisannya sangat menghibur, hahaha.

Mariiiii, silakan dibaca-baca. Lumayan lebay tapi namanya juga tulisan anak SMA. Kan saat itu masih ababil, abege labil, hahaha. Saat-saat itu adalah saat-saat di mana saya mengaku merasakan cinta, tapi semakin saya dewasa semakin pula saya mengerti bahwa saya baru sekali jatuh cinta, yaitu sekarang. Ceritanya bisa dilihat nanti, di sini. Sekarang masih dalam proses penyelesaian . Butuh effort luar biasa untuk bisa menyelesaikan tulisan terbaru itu. Dramatis *eaaaaaa.

Btw, tulisan tangan saya dulu lebih terlihat bagus dibandingkan sekarang *tarik napas panjang*. Kayanya, harus ada stimulus yang mengharuskan saya lebih banyak menulis menggunakan tangan dibandingkan mengetik di laptop. Hahaha. Whattodo?


Jum'at, 10 Mei 2002
Menghadirkan cinta ke dalam kisi-kisi kehidupan yang penuh luka akan membuka kembali pandangan yang tertutup kegelapan dan ketakutan luka lama terkoyak, pedih.
Namun, hanya rasa percaya mampu melebur semua rasa kepalsuan menjadi bintang kehidupan yang akan menemani cinta dalam dekapan asa yang begitu mendalam.
Melepas semua kerinduan yang lama menjadi impian terpendam dan akan terus menjadi seonggok harapan menatap masa depan.
Menyatakan keinginan yang dulu hanya menjadi teman dalam coretan dan terbuang sia-sia. Menerawang, mengingat sakit yang belum sepenuhnya sembuh karena dia masih menyisakan kepedihan dan ketakutan.
Cahaya redup itu kini mencoba mengisi dengan keyakinan, ia mampu menemani.

Impian itu mulai menjelma dan menjadi nyata!
Mengapa baru disadari? Mengapa tidak sejak dahulu dia datang, sehingga tidak perlu ada penyesalan yang datang selalu saja saat semua telah terlambat.
Apakah impian itu akan bertahan lama dan menjelma seutuhnya?
Berdo'alah supaya dia tidak bosan dengan keadaan ini! Berharaplah agar dia mau menerima (sesuatu itu tidak menjadi masalah), penghalang impian yang lama dirintis dengan penantian panjang yang mendebarkan.

Kenangan lama adalah wujud keindahan masa lalu. Namun, sayangnya kenangan lama dapat menjadi simbol kepedihan sehingga harus dapat dilupakan dengan apapun caranya.
Kenangan indah merupakan awal kehidupan masa depan yang dahulu hanya didambakan. Menyenangkan jika kenangan lalu berubah dalam kedamaian, menjadi kisah tak terlupakan sepanjang sejarah kehidupan.
Sulit untuk menceritakan kisah yang menjadi kenangan pahit, karena takut akan ada perubahan. Sangat beralasan jika mereka mengatakan jangan menatap masa lalu, tapi hadapilah tantangan di depan matamu yang siap menantimu!

Kehangatan dunia yang dia tawarkan mampu menggugah kembali perasaan yang sempat tertimbun lama dan hampir termakan waktu yang mencampakkan.
Kehangatan itu berisi rasa-rasa yang telah dinanti sekian lama oleh hati yang terluka dan membisu.
Kehangatan yang mengisyaratkan ketulusan mampu menyembunyikan pilar-pilar pemisah yang menghalangi dengan kedinginan abadi.
Kehangatan yang alami memberikan dunia lain yang belum pernah terasa.


Sabtu, 11 Mei 2002
Kita adalah satu dalam angan dan impian indah.
Kita adalah gabungan dari dua hati yang bertemu saat mereka haus akan cinta dan harapan.
Kita adalah gejolak masa indah yang menginginkan bunga-bunga kembali mekar di taman musim semi.
Kita berada dalam satu perahu yang akan menyatukan kekuatan untuk bangkit melawan derasnya arus dan menghentikan badai yang mungkin akan mencba menghalangi perjalanan kita menuju dermaga yang menanti dengan penuh harap cemas.
Kita bagai sepasang merpati yang baru dilepas dari sangkar emas yang membelenggu mereka supaya dapat terbang bebas di angkasa luas, menari-nari dengan tawa riang menuju kehidupan baru yang ingin mereka raih dan akan selalu mereka cengkeram agar tidak dapat pergi lagi menyisakan kisah tanpa penyelesaian pasti.
Kita adalah sepasang insan yang akan selalu berharap dapat bersatu dalam kedamaian.

Bingkai yang selalu dibanggakannya dan selalu dipertahankan ternyata sempat pecah karena kesalahan akibat kebodohan dan salah menilai sikap, penuh kebohongan.
Bingkai itu pecah.... Namun tidak sampai berkeping-keping.
Ia jatuh, tapi jatuh karena dipaksa. Jatuh ke dalam lubang yang begitu dalam dan berisi kepalsuan.
Tapi bingkai berhasil selamat oleh sebuah pertolongan.... Pertolongan yang mengorbankan kaca pelindung yang memperlihatkan kesalahan.
Bingkai dapat tersenyum lagi. Namun senyumnya terhalang masa lalu yang sempat membuatnya hancur.
Kini bingkai itu menanti uluran tangan yang dapat mengeluarkan diri dari kegelapan lubang yang pernah menyekapnya, sambil menanti waktu di mana kaca pelindung tak perlu berkorban lagi.

Saat pertama kalinya Aku mencoba mendefinisikan apa itu cinta, Aku terbuai oleh belaiannya yang begitu lembut, hingga Aku lupa apa tujuanku yang sebenarnya.
Saat Aku makin hanyut dalam dekapannya yang begitu hangat, Aku dipaksa melupakan cinta yang baru saja kurasakan.
Aku memang sempat menyesal. Namun kemudian Aku menyadari bahwa cinta itu memang aneh. Tapi dia menyenangkan. Walaupun tidak sempat tergenggam erat.


Rabu, 15 Mei 2002
Gejolak perasaan ini begitu menyesakkan batinku. Ada perasaan hampa karena suatu kebiasaan seolah menghilang dalam badai kecemasan. Kehidupan seperti ini penuh dengan keganjilan akan sikap yang tiba-tiba berubah, merubah segala keadaan yang telah menjadi asa dalam danau yang berisi kegalauan.
Berjuta impian indah bergerak dalam keping-keping kehancuran yang akan berpisah dalam gerakan kaku, lambat, dan akan menyisakan sebuah keruntuhan. Dan puing-puing dari keping-keping akan menjadi sebuah pengharapan semu.

Dalam keheningan malam dapat kutemukan seberkas cahaya perisai kegelapan yang datang menghampiriku. Menemani setiap langkah yang ketempuh dengan hingar bingar suara yang bergelora dari dalam hati yang enggan menerima sebuah keharusan. Hanya dengan sedikit ingatan bimbang yang memulai sebuah permulaan tentang cahaya penghalau kegelapan yang menepi.

Keindahan alami yang terjadi dari pancaran ketulusan memberikan nuansa baru dalam kisah-kisah sejati perjalanan hidup.
Keindahan yang sejati dan bertem dalam jalinan tanpa sebuah pandangan fatamorgana.
Menyentuh lembut menepis segala keindahan yang dibuat dan tidak lagi tergores kasar.
Keinginannya untuk mewujudkan keindahan yang tidak hampa dan akan tetap berwujud sebagai keindahan yang akan menemani setiap jengkal kebutuhan akan keindahan yang tidak maya.
Keindahan yang hadir untuk memulai perbuatan indah untuk menyatukan berbagai kemudahan dalam menata sesuatu dan menjadi kesepakatan yang selaras.
Dia dan keindahan yang lain menuntut suatu kebersamaan yang utuh. Agar keindahan tidak akan hilang hanya karena sebuah perpecahan oleh tindakan bodoh yang sia-sia.
Keindahan membutuhkan kesadaran dan kesabaran tanpa akhir.


Kamis, 16 Mei 2002
Ada sedikit kecurigaan tentang sedikit sikap yang berbeda dengan sebelum terjadi sebuah kisah yang hanya diketahui oleh seorang saja.
Kecurigaan yang mendatangkan perasaan aneh yang menegangkan, karena rasa itu menghinggapi dengan tangannya yang dingin.
Hanya ada kejujuran yang menetralkan kembali curiga yang sempat mengisi setiap kata dalam hati.


Jum'at, 17 Mei 2002
Tangan-tangan suci menyentuh raga yang membisu dalam hening.
Tangan-tangan suci bertarung melawan keterikatan yang terpaksa terjadi dan menangis oleh sebuah noda hina yang membekas.
Menghapus semua keterpurukan yang sempat menjadi bayangan gelap dalam jejak-jejak kasar dan kotor.
Sentuhan lembut yang diterima dari tangan-tangan suci menyadarkan kembali raga yang hamir terhempas dalam lautan yang membentang dan siap menenggelamkan.
Kedukaan yang sempat menyapa dalam badai berganti dengan kebahagiaan karena sentuhan yang meninggalkan kesan tanpa celah.
Namun keinginan untuk menyentuh tangan-tangan suci terhadlaang oleh ketidakberdayaan akibat ketakutan sesaat yang memberikan nuansa tanpa harapan.
Dan keberadaan tangan-tangan suci dibayangi oleh kekelaman akibat sunyi yang begitu menyentak.
Tangan-tangan suci hanya menggeliat jika ada yang butuh kasihnya.


Sabtu, 18 Mei 2002
Sikap yang berlebihan terjadi bila ada yang mengganjal dalam hati dan sulit untuk menyingkap mengapa sikap dapat berbeda dalam beberapa waktu tanpa mengetahui ada apa di balik tabir-tabir yang berusaha mengecoh.
Sikap yang terpuruk karena ada kesalahan dalam suatu kejadian hidup yang bertaruh atas sebuah keharusan.
Karena sikap yang agung belum mencerminkan ketinggian hati, maka dia dapat menutupi kekecewaan yang mungkin akan terlepas bila ada yang membantunya.
Dan ketiadaan sikap hanya akan menimbulkan kesalahan yang mungkin tidak dapat menepis semua pengaruh yang akan meneruskan kata-kata dalam kesenduan.
Kesungguhannya dalam menentukan suatu keadaan menandakan bahwa dia berperan dalam menjadikan hari berarti karenanya.

Aku muak dengan segala kebisingan yang hanya menjadikan hari berlalu dengan membosankan.
Kebisingan hanya membuat hidup berjalan dengan hentakan percuma dan penuh dengan kesukaran. Karena dia hanya menghilangkan sukma-sukma yang menempuh jalannya melalui lereng-lereng kebisuan, diam karena kebisingan telah memudarkan setiap kata-kata yang hampir keluar dari rasa dan pancaran yang hidup oleh ketenangan menjalani hidup bersama segala kemudahan yang didapat dari perwujudan makna yang berhasil dilalui.
Kebisingan tidak akan membiarkan setiap desahan yang hadir melewatinya berlalu dengan iringan merdu celoteh-celoteh riang.
Kehadirannya yang menunggu hembusan angin akan membawa kebisingan menuju jalan ringan tanpa beban.
Namun kebisingan akan tetap ada mengisi hari-hari yang berganti untuk menjauh darinya.


Minggu, 19 Mei 2002
Putih, suci dengan nada-nada cinta yang menghangatkan kalbu dengan detak nadi mengalun mengiringi tanpa kegelapan menyelimuti. Karena gelap dengan hitam kelamnya ditutupi oleh putih yang suci dan sejuk.
Putih, suci dengan warna-warna menghiasi setiap lubuk dalam hati yang hampir kosong tanpa satupun yang berani menghampiri. Karena ia pernah merasa tidak akan ada yang sudi untuk mendekati kekosongannya.
Namun putih yang suci, yang sanggup menemani dalam hampa yang sempat mengisi relung-relung kekecewaan.
Walaupun tidak ada yang menyadari bahwa putih dan suci yang masuk hanyalah bagian dari kekerdilan yang melepaskan diri oleh sebuah kepercayaan akan cinta yang didamba.
Hanyalah keriangannya yang mampu melukiskan keadaan yang kembali tertawa dalam bahagia oleh cinta.
Karena kekerasan hatinya maka putih berhasil kembali dengan janji untuk mengembalikan cinta yang hampir hilang.


Selasa, 21 Mei 2002
Lelah menani seonggok kepastian akan sebuah hubungan yang selalu berjalan tanpa kata-kata yang menjelaskan segala pertanyaan yang menyelimuti alam kebimbangan.
Kehormatan yang menandakan ketinggian hati selalu mengalahkan keinginan untuk menghentikan kepura-puraan yang mungkin berada di balik singkap yang tertutup.
Penjelasan yang tak kunjung hadir untuk menenangkan hati yang gundah, hanya sebuah kalimat yang berisi tentang kepolosan. Kepolosan yang memberi arti dan belaian kasih.
Hubungan itu tidak akan pernah terjadi karena insan yang akan menapaki setiap langkah-langkah pasti selalu tertutup dan enggan untuk memulai.
Karena mereka tidak pernah ingin untuk bertanya, mengapa kata sulit sekali untuk terucap?
Keinginannya yang besar hanya mampu tersimpan dalam lubuk yang dalam dan mungkin akan sulit untuk lepas dan kembali untuk mempunyai arti.

Sendiri, mencari arti dari suatu keharusan yang membelanggu dalam hidup.
Sendiri, mencari sesuatu tentang langit-langit kekelaman yang menaungi atap-atap tinggi dan tetap akan menjadi pelindung yang tidak akan runtuh.
Sendiri, menutupi malu yang tersembunyi di antara gurat senyum-senyum tipis dan terpaksa. Menghindari tatapan-tatapan penuh makna yang melihat dengan mata sayu dan berharap akan mendapat tanggapan dalam kesunyian.
Dan sendiri pula untuk mengais segala harapan.


Rabu, 22 Mei 2002
Dedaunan layu karena terlalu lama terkena terpaan dan sengatan mentari yang memancarkan cahaya tanpa mampu untuk menepis panas yang begitu menusuk.
Dedaunan yang lemah hanya dapat menerima semua yang mendekatinya dengan harapan mereka tidak akan melukai setiap bagian dari tubuhnya.
Dedaunan tidak menyerah dengan keadaan yang seolah mengajaknya untuk menghentikan layar-layar yang mencoba berkembang di atas penderitaan daun yang selalu pasrah.
Dedaunan yang bertahan atas kebahagiaan yang selalu dinanti tanpa tahu kapan segalanya terwujud dan berakhir dengan binar-binar kebahagiaan.
Dedaunan hanya bergantung di antara dahan-dahan yang menopang keluhan daun tentang hidupnya. Dan dahan hanya mampu memberikan sedikit pertolongan, perlindungan yang sulit untuk dibagi.
Dedaunan selalu berdo'a dalam hidupnya supaya butir-butir yang keluar dari tangisan sakit hatinya, tidak akan lagi ada dan berganti dengan aliran lembut yang menyejukkan setiap dahaga.
Sehingga dedaunan dapat membawa kembali semangat yang hampir punah dan hidup tanpa penopang.


Jum'at, 24 Mei 2002
Saat kucoba menelusuri lorong-lorong panjang yang melelahkan, aku hampir terjerumus ke dalam lembah-lembah kenistaan.
Saat aku berada di persimpangan jalan yang harus kupilih, aku tersesat di jalan yang penuh dengan jebakan. Saat kusadari, aku telah berada di sebuha persinggahan yang akupun tidak tahu pasti di mana letaknya.
Yang aku mengerti, aku berada di sana karena salah jalan yang kutempuh. Dan akupun mengerti aku tersesat karena telah menghancurkan sebuah kepercayaan, karena itulah aku sadar bahwa kepercayaan yang kuterima telah kutepis hanya oleh sebuah godaan yang tidak dapat kulawan.
Dan yang aku tahu, penyesalan yang kini menghinggapi hanyalah sebuah kata yang terlmabat untuk datang dan percuma untuk melenyapkannya.


Selasa, 28 Mei 2002
Persahabatan membutuhkan suatu ikawatan jiwa bagi mereka yang menjalankan sebuah kepercayaan.
Persahabatan berjalan dalam jalinan keyakinan akan kata-kata yang mempunyai makna dalam perjalanan waktu yang dapat membungkam seluruh kebisuan menjadi nuansa biru tentang persahabatan yang sejati.
Persahabatan datang dari kebutuhan untuk menikmati waktu-waktu yang berjalan dengan keceriaan.
Persabatan tidak mengingkari janji-janji yang keluar tanpa pernah disadari, karena dia hanya akan bertahan di atas warna-warni kehidupan yang nyata.

Diam tidak akan mendatangkan suatu penyelesaian, karena diam hanyalah simbol dari ketakutan menghadapi kenyataan. Namun diam akan mencerminkan kesabaran dalam kesadaran untuk menghindari kepalsuan yang dapat menghadirkan pertikaian di dalam hati yang hanya menginginkan semua berjalan tanpa ada yang menghalangi setiap langkah untuk memulai.
Diampun dapat mnejadi keraguan bila dia tidak mampu menjawab setiap pertanyaan yang menghampiri. Kata-kata yang tersimpan dalam diam hanya akan menjadi pengisi hati yang menunda untuk bicara. Dan diam tidak akan berhenti untuk selalu menjadi penyejuk bila dia tidak membuthkan apapun yang membuatnya menjadi bimbang.
Diam akan tetap ada walaupun banyak yang berusaha mengusiknya.
Diam mungkin akan membingungkan jika dia hanya memperlihatkan sebuah keluguan, dan dia datang oleh rasa untuk tidak menyakiti.


Jum'at, 31 Mei 2002
Mungkin akan tiba saatnya di mana keadaan berubah dalam hitungan waktu yang tidak panjang.
Mungkin juga akan datang suatu keajaiban yang akan merubah seluruh pancaran kejernihan yang membelenggu sukma dalam keremangan.

Kesempurnaan hanyalah suatu keadaan yang berpengaruh dalam ketenteraman.
Kesempurnaan yang diisi dengan kesombongan akan mendatangkan bencana yang dapat meluapkan seluruh kesempurnaan.
Jika sesuatu yang sempurna menyerang, maka ia akan melupakan apa yang membuatnya menjadi seperti yang ia inginkan.
Kesempurnaan tidak akan mempunyai sifat yang abadi, karena ia akan lenyap bila ada yang membuatnya tergores dalam dan luka.
Apapun bentuknya, kesempurnaan dapat membuat hidup menjadi lebih berharaga dan mempunyai arti yang begitu menarik.
Menjaga kesempurnaan adalah sebuah perbuatan yang bisa saja akan berakhir dalam kepuasan, itupun jika semua dilakukan dengan kesabaran tanpa akhir.


Senin, 3 Juni 2002
Mungkin aneh bila ada yang menginginkan sebuah rasa untuk menghindari kenyataan yang pernah terjadi dalam suatu masa di mana hanya ada ketertarikan yang tidak pernah merasakan kepuasan, karena di dalamnya terdapat kebisuan yang tidak mau meneruskan kalimatnya dan hanya bertahan untuk kemudian mengendap.
Namun, di sanalah permasalahan berawal di saat dua hati sulit sekali untuk mengakui keberadaan masing-masing dan mereka hanya dapat saling menunggu lalu perlahan-lahan pergi menjauh dalam kebingungan tanpa ada jawaban kepastian, dan berakhir dalam cerita yang tidak dapat berlanjut untuk memulai kembali dari awal.

Kita memang berbeda, namun kita dapat membuat perbedaan itu sebagai acuan dalam menjalankan seluruh kehidupan.
Kita memang ditakdirkan untuk selalu berbeda, karena justru perbedaan itu yang membuat kita selalu berada di dalam satu garis yang menyatukan semua keinginan kita. Dan perbedaan itulah yang menyebabkan kita bertahan di dalam kepuasan.
Kita tidak akan pernah menjadi sama, karena sama hanya akan membuat kita tidak dapat berkembang dan melebarkan sayap-sayap kita lebih luas lagi.
Kita memperoleh kepastian dari semua perbedaan itu.


Selasa, 4 Juni 2002
Kebersamaan yang dilalui masih sangat ingin untuk selalu dipertahankan dan mengisi setiap desahan yang menghampiri tanpa kemudian berlalu menyisakan dahaga.
Kebersamaan yang terkulai lemah mencoba untuk kembali mempunyai jiwa yang akan mampu bertahan di atas bayang-bayang semu dan kelam.
Kebersamaan yang berlalu tanpa menjawab pertanyaan-pertanyaan karena semua memang tidka ada jawaban yang benar-benar mampu menguak semua tanya.
Kebersamaan yang berakhir kembali mengingat kejadian-kejadian lalu yang masih belum mendapatkan apa yang dia inginkan dari kebersamaan itu.
Karena kebersamaan yang selalu berjuang untuk dapat menjadi yang terbaik bagi dirinya dan juga dapat berhasil, akan menunggu setiap erangan yang menghampiri.

Semua yang dijalankan oleh sebuah keharusan akan tetap berada di ambang keterpaksaan. Keharusan yang bersifat memaksa akan dipenuhi oleh kembang-kembang yang berisi duri-duri tajam yang siap untuk menancapkan bila dia didesak melakukan sesuatu yang tidak ingin dia kerjakan, dan dia akan siap menampungmu bila keharusan memang harus dilakukan.
Semua yang dijalankan tanpa keharusan akan berjalan dengan tanpa gejolak, karena semua mengetahui bahwa yang dia kerjakan adalah sesuatu yang bukan merupakan keterpaksaan hingga ia dijalankan oleh keringanan.

Cupsmuach! *ketjup Opa Gibran Khalil Gibran*
Have a blessed day!