11 January 2017

Critical Eleven by Ika Natassa



BLURB

Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat -- tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing -- karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger.

In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah -- delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.

Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.

Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.

Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya.


***

09 January 2017

Harta Karun di Pasar Cibogo

Semua bermula tahun lalu, ketika saya mulai pindah ke kos sekarang dan kangen sekali untuk berburu kebutuhan sehari-hari di pasar. Saat itu saya belum begitu paham dengan lokasi di sekitar kos yang terletak di dekat Bandung International School dan Hotel-Apartemen Majesty. Lebih tepatnya, saya tidak pernah terbayang bahwa ada pasar di dekat lokasi seperti ini, hahaha. Di bayangan saya, kalau ingin ke pasar, ya harus menempuh jarak yang lebih jauh.

Sampai akhirnya, sekitar bulan Agustus tahun 2013, salah satu adik sepupu harus tinggal di kos saya dulu selama sebulan sebelum semua urusan di kampusnya selesai -- yang sangat berantakan sistemnya karena baru berubah menjadi sebuah universitas itu, hih saya masih sangat emosi kalau ingat betapa jeleknya sistem administrasi kampus tersebut yang benar-benar merugikan mahasiswa baru, hahaha -- dan Tante saya yang sempat ikut menginap di seminggu pertama sangat "gerah" karena tidak dapat memasak dan harus membeli di tempat makan sekitar kos saya, yang saya akui bahwa rasanya benar-benar sangat "ajaib" dan terkadang tidak layak dibeli dengan harga cukup mahal, hahaha. Jadi, saya pun mencari tahu lokasi pasar terdekat (selain pasar swalayan Giant dan Griya yang tinggal ngesot sampai). Begitulah perkenalan saya dengan Pasar Cibogo dimulai. Pasar yang sangat kecil, to be honest...

Saya tidak pernah menyangka bahwa akan menemukan sebuah tempat berisi harta karun dunia yang luar biasa di sana!



Apalagi, kalau bukan buku-buku fiksi berbahasa Inggris yang murah...


***

08 January 2017

The Girl on the Train by Paula Hawkins

The Girl on the Train yang diterjemahkan oleh Penerbit Noura;
dalam bentuk buku fisik serta e-book di Jakarta Digital Library


BLURB

Rachel menaiki kereta komuter yang sama setiap pagi. Di pinggiran London, keretanya akan berhenti di sebuah sinyal perlintasan, tepat di depan rumah nomor lima belas. Tempat sepasang suami istri menjalani kehidupan yang tampak bahagia, bahkan nyaris sempurna. Pemandangan ini mengingatkan Rachel pada kehidupannya sendiri yang sebelumnya sempurna.

Pada suatu pagi, Rachel menyaksikan sesuatu yang mengejutkan. Hanya semenit sebelum kereta mulai bergerak, tapi itu pun sudah cukup. Kini pandangannya terhadap pasangan itu pun berubah.


***

02 January 2017

Sekolah Impian : Perpustakaan dan Fungsinya


Ilustrasi gambar diperoleh dari sini.

Saya sangat menyukai buku bacaan yang menurut saya berkualitas, tidak hanya textbook. Jadi, menurut saya, sekolah impian adalah sekolah yang memiliki perpustakaan dengan koleksi yang menarik dan, ya, saya bersyukur karena memiliki kesempatan untuk bersekolah di tempat yang memiliki koleksi sesuai dengan impian saya tersebut. Setidaknya, saya merasakannya selama saya menimba ilmu di sekolah hingga sekarang. Cerita serupa terkait dengan aktivitas membaca koleksi buku di perpustakaan maupun tempat lainnya pernah saya tuliskan di sini dan di sini.

Hingga SMA, saya bersekolah di Bandar Lampung dan (lagi-lagi) saya merasa bersyukur karena sekolah-sekolah tempat saya menimba ilmu memiliki koleksi-koleksi yang cukup memanjakan saya sesuai masanya. Begitu juga ketika saya mulai kuliah dan hijrah ke Depok.


***

31 December 2016

Selamat Merayakan Akhir Tahun, Buku!

Tahun 2016 kembali membuktikan kepada saya bahwa rezeki saya memang lebih sering muncul lewat buku-buku gratis. Hahaha. Bahkan, hingga di momen menjelang akhir tahun pun saya menemukan rezeki lewat paket buku dari salah satu penerbit mayor di Indonesia.

Bukan. Ini bukan buku yang didapatkan secara gratis.

Rezeki buku yang saya terima di sepanjang tahun 2016 mencapai puluhan. Dua bulan belakangan ini pun setidaknya ada lebih dari 20 buku yang saya dapatkan secara cuma-cuma, tanpa mengeluarkan uang sedikit pun.

Alhamdulillah...


***

Kaleidoskop Buku 2016 - An Unpredictable Journey

Sebagai seseorang yang memiliki ultimate bias pada karya-karya klasik, tahun ini saya menjalani perjalanan membaca yang unpredictable. Saya sendiri masih agak tidak percaya bahwa melencengnya saya tahun ini bisa sampai ke jenis tulisan yang sebelumnya sangat membuat saya tidak tertarik. Entah magnet apa yang menarik saya ke sana.


Saya tidak dapat menghitung berapa persisnya jumlah buku yang saya baca karena tidak tercatat dengan rapi. Tetapi, dengan pertimbangan jumlah buku yang saya upload di social media, dan ditambah dengan perkiraan jumlah buku yang berhasil saya baca namun tidak terpublikasikan social media saya, maka jumlah buku yang saya baca tahun ini kemungkinan mencapai 450-500 buku; mencakup buku baru dan buku yang saya baca ulang. Sebagian kecil di antaranya adalah komik.


***

30 December 2016

Peluncuran Novel Dark Memory Bersama Jack Lance dan Penerbit BIP - Edited



Dua hari yang lalu saya mengikuti sebuah event yang diadakan oleh Penerbit BIP, yaitu acara Peluncuran Buku Dark Memory Bersama Jack Lance. Nah, Jack Lance ini adalah nama penulis buku yang dimaksud.

Sudah lama saya tidak mengikuti acara peluncuran buku, sehingga saya memutuskan untuk ikut. Selain itu, saya juga sudah lama tidak ke Gramedia Central Park; ada buku import yang saya cari dan kebetulan sulit menemukannya di Gramedia lain yang menyediakan buku import. Ya, siapa tahu ada di Gramedia Central Park, kan ya? Walaupun ternyata juga tidak ada di sana, sih. Hahaha.


***

29 December 2016

Hari Setelah Kita Jatuh Cinta by Halluna Lina



BLURB

Saat membatalkan pernikahannya sendiri, Rasi merasa langit runtuh dan mengubur dirinya di kedalaman bumi hingga mustahil dirinya bangkit lagi. Akan tetapi, Tuhan tidak kehabisan kejutan. Di saat Rasi selesai membenahi hati dan kembali menjalani hidup, hadirlah Reuben. Lelaki itu membuat Rasi berpikir apakah dia hadir sebagai tiket untuk bisa bangkit kembali dan jatuh cinta? Rasi berpikir demikian saat tangan Reuben terulur, menawarkan kebersamaan, dan tanpa sadar member Rasi mimpi.

Rasi menyerahkan segala kepercayaan dan menyilakan Reuben masuk pada bagian dirinya yang tidak pernah dibagi pada sembarang orang. Tapi, di saat sama, Rasi tahu bahwa Reuben bukan datang padanya sebagai kesempatan untuk kembali jatuh cinta. Reuben justru datang untuk menggenapkan pengalamannya patah hati. Di titik itulah, Rasi terlembat menyadari bahwa penyakit yang selama dua tahun ini susah payah disembuhkan, nyatanya kembali datang. Penyakit yang membuatnya lupa, bahwa patah hati ada untuk dihadapi, bukan dihindari.


***

28 December 2016

And My Very First Book Was...

Jadi begini...

Kalau diminta untuk bercerita tentang buku pertama, jelas saya kebingungan total hahaha. Saya tidak ingat buku apa yang pertama kali saya baca atau buku mana yang pertama kalinya dibacakan kepada saya. Kita asumsikan saja, saya mulai membaca dan/atau dibacakan buku itu ketika saya berusia 2-3 tahun (dengan asumsi bahwa saya dibacakan dan/atau mulai membaca buku saat saya sudah lancar berbicara), maka kejadiannya sudah 26-27 tahun yang lalu hahaha. Ditambah dengan kemungkinan bahwa yang membacakan atau membantu saya membaca adalah Ayah - Ibu - Andung (panggilan saya untuk Nenek dari pihak Ibu) - Uncu (Tante bungsu dari pihak Ibu) yang saat itu secara aktif mengasuh saya, maka ada banyak sekali kemungkinan jenis bacaan yang saya "lahap" pertama kali. Apalagi, Ayah/Ibu/Andung/Uncu sama-sama senang bercerita dan memiliki hubungan yang dekat dengan saya, dan beliau berempat tadi memiliki latar belakang yang berbeda-beda yang pastinya akan turut mempengaruhi bacaan yang dicekoki ke saya, jadi saya menjadi semakin tidak yakin jenis bacaan seperti apa yang saya terima pertama kali, hahaha.

25 December 2016

Mom, I Love You: Kumpulan Pemenang Lomba Esai Remaja by Unicef & Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia


Judul: Mom, I Love You - Kumpulan Pemenang Lomba Esai Remaja
Pengarang: Unicef & Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia
Ilustrator: Mantox
Jenis: Non Fiksi, Esai
ISBN: 979-752-110-9
Penerbit: DAR! Mizan (Mizan Media Group)
Tahun Terbit: 2004
Jumlah Halaman: 269++



BLURB

Anak-anak mungkin tidak pernah menggugat. Mereka mungkin terlihat diam dan seolah menerima keadaan, pasrah, menurut, karena keputusan mereka hampir selalu ditentukan orang dewasa.

Ya, di tangan orang dewasalah -- salah satunya orangtua -- kebanyakan nasib dan hak anak bergantung. Sayangnya, banyak orang dewasa yang tidak bijak; buta mata-buta hati, tuli, dan menagnggap sepele persoalan anak-anak. Buku ini mengajak kita menelusuri protes dan frustrasi anak-anak menghadapi sikap orang dewasa yang bebal, yang menganggap urusan anak-anak tidak lebih penting daripada urusan negara. Huh!


***

24 December 2016

Porno! A-Z about Ponography by Azimah Soebagijo



Judul: Porno! A-Z about Ponography
Pengarang: Azimah Soebagijo
Ilustrator: Telia
Jenis: Non Fiksi, Materi Sex Education
ISBN: 979-793-138-2
Penerbit: Femmeline (Syaamil Cipta Media Group)
Tahun Terbit: 2006
Jumlah Halaman: 156++



Pernah nggak kamu bayangkan semua ini?
Lelaki yang kamu harapkan akan selalu menyayangi, menjaga, dan melindungi kamu, justru menjadi monster menakutkan.


***

Bagaimana Harus Memulainya? - Tanya Jawab Antara Anak, Remaja & Orangtua Seputar Seksualitas by Bunga Kamase Kobong


Judul: Bagaimana Harus Memulainya? - Tanya Jawab Antara Anak, Remaja & Orangtua Seputar Seksualitas
Pengarang: Bunga Kamase Kobong
Ilustrator: Nicholas WAP (Kobam)
Jenis: Non Fiksi, Materi Sex Education
ISBN: 979-99562-0-X
Penerbit: Sahabat Peduli bekerjasama dengan Embassy of Finland
Tahun Terbit: 2007 (Cetakan 2)
Jumlah Halaman: 119++


Kak, kalau ngomong seks dosa nggak?

Membicarakan seks atau mencari informasi yang benar tentang seks bukanlah dosa. Yang salah adalah apabila kita memakai seks untuk tujuan yang tidak baik dan melawan peraturan agama maupun nilai dalam masyarakat.

Anak saya 6 tahun laki-laki sudah terima surat cinta dari temannya. Bagaimana menjelaskannya?

Bertanyalah kepada anak, apa yang ia mengerti bila seseorang menerima surat cinta. Bagaimana perasaannya? Kembalilah kepada kesepatakan dan peraturan keluarga, tentang usia berapa anak boleh terlibat dalam hubungan cinta. Jelaskan dengan sabar apa konsekuensi suatu hubungan, bertanyalah kepada anak ia siap menjalani konsekuensi itu.


EnSexclopedia: Tanya Jawab Masalah Pubertas dan Seksualitas Remaja by Elly Risman, Hilman Al Madani, Yuhyina Maisura


Judul: EnSexclopedia - Tanya Jawab Masalah Pubertas dan Seksualitas
Pengarang: Elly Risman, Hilman Al Madani, Yuhyina Maisura
Ilustrator: ROyas Amri Bestian
Jenis: Non Fiksi, Materi Sex Education
ISBN: 978-602-96925-0-1
Penerbit: Yayasan Kita dan Buah Hati
Tahun Terbit: 2010 (Cetakan 3)
Jumlah Halaman: 119++


Untukmu...

Kalo denger kata-kata seks atau pubertas rasanya gimanaa gitu ya.. ada yang bilang joroklah, nggak panteslah, dan lain-lain deh yang bikin kita jadi risih banget ngomonginnya. Boro-boro mau nanya, lagian mo nanya siapa coba? Ortu? Guru? Nggak mungkin banget kan? Padahal yang namanya seks, apalagi pubertas bukan hal yang buruk seperti yang kebanyakan orang-orang bilang. Kalo saja kita tau yang sebenernya tentang seks juga pubertas, pasti dunia remaja yang kita jalanin bakalan aman dan asyik-asyik aja. Sepakat?

Nah, buku yang sekarang lagi di tanganmu kayaknya emang pas banget buat nuntasin rasa ingin tau kamu soal seks, seksualitas, juga pubertas dari sisi medis, psikologis, dan religius. Pastinya bakalan bener-bener komplit, enak dibaca en pas buat kita. Semoga bermanfaat! Happy reading!



Ngobrol Soal Tubuh dan Seksualitas: Cerita Bergambar untuk Remaja dan Orangtua by Kristi Poerwandari & Atashendartini Habsjah



Judul: Ngobrol Soal Tubuh dan Seksualitas - Cerita Bergambar untuk Remaja dan Orangtua
Pengarang: Kristi Poerwandari & Atashendartini Habsjah
Ilustrator: Kristi Poerwandari
Jenis: Non Fiksi, Materi Sex Education
ISBN: 979-96205-3-8
Penerbit: Pusat Kajian Wanita Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia (dengan dukungan dari the Ford Foundation)
Tahun Terbit: 2006
Jumlah Halaman: 115++


BLURB

Masa remaja adalah masa "bergejolak". Remaja bukan lagi anak-anak, karena secara fisik mereka sudah tumbuh dan berkembang alat-alat seksual-reproduksinya. Ketertarikan dan hasrat seksual sudah mulai ada. Tetapi remaja juga belum dapat disebut orang dewasa, dan masih sangat memerlukan bimbingan bijaksan dari orang-orang dewasa di sekitarnya, khususnya orangtua.

Buku ini mengajak orangtua untuk bersikap terbuka pada anak perihal seksualitas, sehingga anak merasa nyaman bertanya dan bercerita bila ada hal-hal yang dibingungkan atau terjadi padanya. Dengan demikian anak tidak perlu lari pada pihak-pihak lain yang tidak jelas kepeduliannya, atau dipengaruhi secara negatif oleh bombardir mater-materi yang mengumbar seksualitas demi mengeruk keuntungan semata.

Percakapan membahas soal menstruasi, fertilitas dan infertilitas, bagaimana mengelola ketertarikan dan hasrat seksual, serta penyakit menular seksual. Juga dibahas pentingnya mengelola dan menghormati diri sendiri dan lawan jenis, utamanya yang terkait dengan bias-bias pemahaman mengenai seksualitas perempuan. Karenya, dibahas juga soal kehamilan remaja, kekerasan seksual, bagaimana remaja perempuan dapat mengembangkan asertivitas, dan pentingnya kebersamaan serta kesetaraan di antara suami dan isteri.


***

HIV & AIDS: Resiko bagi Anak-anak dan Kaum Muda Indonesia by Save the Children



Judul: HIV & AIDS - Resiko bagi Anak-anak dan Kaum Muda Indonesia
Pengarang: Tim dari Save the Children
Jenis: Non Fiksi, Materi Sex Education
Penerbit: Save the Children UK (termasuk untuk edisi berbahasa Indonesia)
Tahun Terbit: 2006
Jumlah Halaman: 55


menyelamatkan anak-anak dari kemiskinan, ketidakadilan, penyakit, dan kekerasan
HARI INI dan ESOK


***